Tuesday, 20 January 2015
♫♥ My love ♫♥Giovanni Marradi Dedicated to J.R. Nando.
Kau tau? Bahwa setiap baris kalimat yang pernah aku keluarkan di muka bumi ini, belum ada satu pun yang aku sampaikan di depanmu, tapi rasanya aku sudah kehilangan kata-kata.
Malam tadi, sungguh takjub rasanya melihatmu menuliskan kisah-kisahmu untukku. Demi sebuah keinginan untuk menjadikannya sebuah kisah abadi yang mungkin bisa menjadi kenangan paling indah untuk mereka yang terlahir karena kita. Bukan aku memaksakan takdir untuk hidup bersamamu, tetapi memang hatiku ingin sekali menerima anugerah itu.
Kau tahu, aku kehilangan kata-kata ... ketika melihat betapa kamu berusaha menjadi yang terbaik untukku.
Just My Beginning, InsyaAllah :)
Sudah lama tak berceloteh di sini. Rumah yang dulu menjadi tempat berlatih setiap hari. Berlatih memainkan jari mengetik aksara demi aksara. Aku ingin menjadi seseorang. Seseorang yang membuat manfaat bagi orang banyak, meskipun itu hanya dengan tulisanku.
Mimpiku semenjak kecil adalah jadi penulis. Penulis yang tidak hanya membuat kisah-kisah yang tak pernah ada. Tak sekedar menulis dongeng yang tak pernah nyata. Tak hanya menuliskan cinta sejati yang berujung bahagia. Aku ingin menulis sesuatu yang bisa mengubah kelam menjadi cerah, mengusir hitam menjadi semburat senja yang banyak dirindukan manusia.
Pertama kali menulis, aku memang membuat banyak kesalahan sehingga banyak komentar negatif yang aku terima. Kurangnya wawasan dan juga dangkalnya ilmu yang aku miliki menjadi salah satu faktor besar tidak bagusnya karya yang lahir. Tak hanya itu, ketidakpercayaan terhadap diri sendiri pun memicu makin merosotnya nilai-nilai yang penting untuk dituangkan kedalam tulisan.
Namun ada hal yang lebih penting dari pada itu, yaitu kekuatan niat dan besarnya harapan untuk tetap maju, tetap mencoba meski gagal dan gagal lagi. Tetap melangkah meskipun kerikil muncul di sana sini, di setiap ruas jalan yang sedang ditempuh.
Jujur, andai saja kekuatan niat dan harapanku hanya secuil, mungkin pada saat ini belum ada yang mampu aku sebut hasil. Pasti hanyalah omong kosong yang memuakan orang lain dan untuk diri sendiri juga membosankan.
Sebagai awal dari langkahku, aku bersyukur dengan lahirnya antalogi pertama yang langsung bisa mejeng di Gramedia seluruh Indonesia. Salah satu hal yang tak pernah aku pikirkan sebelumnya. Jika aku yang dulu sempat diremehkan, disepelekan, bahkan dianggap ngigau, hari ini mampu membuka sayap yang dan mengepakannya perlahan.
Ayoo, kamu pun pasti bisa! ;)
Kuatkan niatmu, besarkan harapanmu ... majulah! Jangan mempedulikan tantangan sebagai penghambat kesuksesanmu.
Zahraa Senja-- Just my beginning
Mimpiku semenjak kecil adalah jadi penulis. Penulis yang tidak hanya membuat kisah-kisah yang tak pernah ada. Tak sekedar menulis dongeng yang tak pernah nyata. Tak hanya menuliskan cinta sejati yang berujung bahagia. Aku ingin menulis sesuatu yang bisa mengubah kelam menjadi cerah, mengusir hitam menjadi semburat senja yang banyak dirindukan manusia.
Pertama kali menulis, aku memang membuat banyak kesalahan sehingga banyak komentar negatif yang aku terima. Kurangnya wawasan dan juga dangkalnya ilmu yang aku miliki menjadi salah satu faktor besar tidak bagusnya karya yang lahir. Tak hanya itu, ketidakpercayaan terhadap diri sendiri pun memicu makin merosotnya nilai-nilai yang penting untuk dituangkan kedalam tulisan.Namun ada hal yang lebih penting dari pada itu, yaitu kekuatan niat dan besarnya harapan untuk tetap maju, tetap mencoba meski gagal dan gagal lagi. Tetap melangkah meskipun kerikil muncul di sana sini, di setiap ruas jalan yang sedang ditempuh.
Jujur, andai saja kekuatan niat dan harapanku hanya secuil, mungkin pada saat ini belum ada yang mampu aku sebut hasil. Pasti hanyalah omong kosong yang memuakan orang lain dan untuk diri sendiri juga membosankan.
Sebagai awal dari langkahku, aku bersyukur dengan lahirnya antalogi pertama yang langsung bisa mejeng di Gramedia seluruh Indonesia. Salah satu hal yang tak pernah aku pikirkan sebelumnya. Jika aku yang dulu sempat diremehkan, disepelekan, bahkan dianggap ngigau, hari ini mampu membuka sayap yang dan mengepakannya perlahan.
Ayoo, kamu pun pasti bisa! ;)
Kuatkan niatmu, besarkan harapanmu ... majulah! Jangan mempedulikan tantangan sebagai penghambat kesuksesanmu.
Zahraa Senja-- Just my beginning
Sunday, 18 January 2015
Caitlin Hart - Use Me (Unplugged Version)
Use Me
I can hear it now, that waiver in your voice
It tells me everything, it tells me everything
I can feel it now, the panic on your skin
It tells me everything, it tells me everything
Its struggle in my pain, it's the poison in my stars
Its the feeling inside, covering my scars
You won't choose me, so I'M LETTING GO
You just use me, so I'M LETTING GO
You can't take it, when I turn my back
And I don't know how, to cut your more slack
And I could fake it, and let you fall of track
You never had a choice , you never had a choice
In the struggle in my pain, it's the poison in my stars
It'st the feeling inside, covering my scars
You won't choose me, so I'm letting go
YOU JUST ME, SO I'M LETTING
SO I'M LETTING GO
Friday, 16 January 2015
Dear people
Nearly midnight here, with winter wrapping my body. I just get tired and bored.
Its almost six years, I'm waiting for the right time to take good decision after this.
I surely wish a good life, and staying like this not because I'm like it. Never was. I just accept it as a lesson, so ... I need to have a last exams and starting a new line.
Sometime. its hard to believe that I lost almost all my time for nothing.
But therefore, a light like a second shun shine didn't make it all wrongs. I still get another way to get some of my best wishes.
God, I'm asking you, just give me strength more and more, again and again.
I'm promise I'll never give up!
Its almost six years, I'm waiting for the right time to take good decision after this.
I surely wish a good life, and staying like this not because I'm like it. Never was. I just accept it as a lesson, so ... I need to have a last exams and starting a new line.
Sometime. its hard to believe that I lost almost all my time for nothing.
But therefore, a light like a second shun shine didn't make it all wrongs. I still get another way to get some of my best wishes.
God, I'm asking you, just give me strength more and more, again and again.
I'm promise I'll never give up!
Wednesday, 14 January 2015
MEGA EVENT GRIYA LOVRINZ AND FRIENDS
Hallo Sahabat LovRinz ...!
Semoga kebaikan selalu bersama sahabat semua. Kali ini LovRinz akan mengadakan event yang dijamin pasti kereeeeeeeeen!
Mau tau seperti apa eventnya? Yukk, sama-sama kita intip!
BERIKUT KATEGORI-KATEGORI YANG KAMI MASUKKAN DALAM EVENT MENULIS INI:
NASKAH NONFIKSI
Syarat dan Ketentuan Umum Naskah Nonfiksi:
1. Kategori naskah How to, Motivasi, Sitkom. Segmen teenlit atau young adult (pilih salah satu). Tidak mengandung SARA. Naskah adalah karya asli peserta, bukan sanduran dan tidak sedang diikutkan dalam event lainnya.
2. Gunakan bahasa yang ringan dan harus memuat nilai-nilai inspiratif di dalamnya.
3. Tema menarik, up to date, unik, & dibutuhkan pembaca masa kini.
4. Berlaku dari tanggal 1 Februari 2015-30 Juni 2015
5. Satu orang hanya boleh mengirim satu naskah untuk masing-masing kategori (jadi manteman boleh ikutan kategori non fiksi atau fiksi sekaligus. Tapi masing-masing hanya satu naskah ya.)
6. Naskah ditulis dalam kertas ukuran A5, Font Times New Roman 12, Spasi 1 ½, Format MS Word atau Adobe Reader.
7. Panjang keseluruhan naskah antara 250 - 350 halaman(sudah termasuk biodata + sinopsis naskahmu).
8. Tema bebas.
9. Kirim naskahmu ke novelnonfiksi.lovrinz@gmail.co m cc redaksilrph@lovrinz.com dengan subjek #MGENonFiksi_judul naskah_ Nama penulis atau nama pena(badan email biarkan kosong. File naskahmu diattach, ya)
10. Peserta diwajibkan LIKE fanpage Griya LovRinz and Friends dan follow Twitte @Griya_LRF @SuEffIdris @SkeMaCin
11. Buat status di wall FB-mu(tag Griya LovRinz and Friends, Rina Rinz, SuEff Idris, Dandelon Ohara, Damar Hening Sunyiaji dan tag 20 orang teman FB-mu) serta tweet yang isinya “Bang gue udah kirim naskah lomba nonfiksi, ya. Retweet kalau sudah nyampe” cc @Griya_LRF @SuEffIdris @SkeMaCin @DamarHening
NASKAH FIKSI
Naskah fiksi novel remaja (Teenlit) atau Young Adult(pilih salah satu)
Syarat dan Ketentuan Umum Naskah Fiksi:
1. Karakter naskah novel umum. Segmen teenlit atau young adult (pilih salah satu). Tidak mengandung SARA. Naskah adalah karya asli peserta, bukan sanduran dan tidak sedang diikutkan dalam event lainnya.
2. Gunakan bahasa yang ringan dan harus memuat nilai-nilai inspiratif di dalamnya(style novel tentunya)
3. Boleh setting dalam dan luar negeri.
4. Berlaku dari tanggal 1 Februari 2015-15 Juli 2015
5. Satu orang hanya boleh mengirim satu naskah untuk masing-masing kategori(jadi manteman boleh ikutan kategori non fiksi atau fiksi sekaligus. Tapi masing-masing hanya satu naskah ya.)
6. Naskah ditulis dalam kertas ukuran A5, Font Times New Roman 12, Spasi 1 ½, Format MS Word atau Adobe Reader.
7. Panjang keseluruhan naskah antara 350- 450 halaman(sudah termasuk biodata + sinopsis naskahmu).
8. Tema bebas.
9. Kirim naskahmu ke novelfiksi.lovrinz@gmail.com cc redaksilrph@lovrinz.com dengan subjek #MGEFiksi_judul naskah_ Nama penulis atau nama pena(badan emil biarkan kosong. File naskahmu diattach, ya)
10. Peserta diwajibkan LIKE fanpage Griya LovRinz and Friends dan follow Twitte @Griya_LRF @SuEffIdris @SkeMaCin
11. Buat status di wall FB-mu(tag Griya LovRinz and Friends, Rina Rinz, SuEff Idris, Dandelon Ohara, Damar Hening Sunyiaji dan tag 15 orang teman FB-mu) serta tweet yang isinya “Bang gue udah kirim naskah lomba fiksi, ya. Retweet kalau sudah nyampe” cc @Griya_LRF @SuEffIdris @SkeMaCin @DamarHening
Penjurian:
1. Maksimal penjurian akan dilakukan selama 2 bulan setelah penerimaan naskah terakhir.
2. Juri akan memilih 1 novel terbaik untuk masing-masing kategori dengan hadiah sertifikat + uang tunai untuk masing-masig pemenang sebesar Rp, 1,000, 000, 00 + paket buku bukti terbit dan kontrak penerbitan. Kedua novel terebut akan diterbitkan secara mayor, dan tentu pasti seneng dong jika nama teman-teman yang menang di lomba ini mejeng di toko buku.
*Syarat dan ketentuan berlaku.
3. Semua naskah yang dikirimkan otomatis kami anggap setuju dengan segala prosedur yang kami terapkan. Naskah yang dikirimkan tidak boleh sedang diikutkan event lain, atau terikat dengan pihak mana pun, atau pernah dipublikasikan, termasuk di sosmed seperti blog atau FB.
4. Penjurian terakhir untuk sepuluh besar masing-masing kategori akan dilakukan oleh seorang penulis ternama di Indonesia. Jadi, jangan lewatkan kesempatan ini.
5. Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.
Nah, tunggu apalagi? Ayo liarkan imajinasimu, lincahkan jemarimu untuk Mega Event Griya LovRinz and Friends. Kami menanti karya terbaik dari sahabat semua.
Salam Pena
PL Event : SuEff Idris, Dandelion Ohara, Damar Hening Sunyiaji
KETERANGAN: Event ini perpanjangan dari event sebelumnya yang DL tanggal 13 Januari 2015 karena naskah yang masuk kurang. Adapun naskah yang sudah masuk akan kami ikut sertakan ke mega event ini. Apabila ingin melakukan revisi diperkenankan.
Terima kasih.
Semoga kebaikan selalu bersama sahabat semua. Kali ini LovRinz akan mengadakan event yang dijamin pasti kereeeeeeeeen!
Mau tau seperti apa eventnya? Yukk, sama-sama kita intip!
BERIKUT KATEGORI-KATEGORI YANG KAMI MASUKKAN DALAM EVENT MENULIS INI:
NASKAH NONFIKSI
Syarat dan Ketentuan Umum Naskah Nonfiksi:
1. Kategori naskah How to, Motivasi, Sitkom. Segmen teenlit atau young adult (pilih salah satu). Tidak mengandung SARA. Naskah adalah karya asli peserta, bukan sanduran dan tidak sedang diikutkan dalam event lainnya.
2. Gunakan bahasa yang ringan dan harus memuat nilai-nilai inspiratif di dalamnya.
3. Tema menarik, up to date, unik, & dibutuhkan pembaca masa kini.
4. Berlaku dari tanggal 1 Februari 2015-30 Juni 2015
5. Satu orang hanya boleh mengirim satu naskah untuk masing-masing kategori (jadi manteman boleh ikutan kategori non fiksi atau fiksi sekaligus. Tapi masing-masing hanya satu naskah ya.)
6. Naskah ditulis dalam kertas ukuran A5, Font Times New Roman 12, Spasi 1 ½, Format MS Word atau Adobe Reader.
7. Panjang keseluruhan naskah antara 250 - 350 halaman(sudah termasuk biodata + sinopsis naskahmu).
8. Tema bebas.
9. Kirim naskahmu ke novelnonfiksi.lovrinz@gmail.co
10. Peserta diwajibkan LIKE fanpage Griya LovRinz and Friends dan follow Twitte @Griya_LRF @SuEffIdris @SkeMaCin
11. Buat status di wall FB-mu(tag Griya LovRinz and Friends, Rina Rinz, SuEff Idris, Dandelon Ohara, Damar Hening Sunyiaji dan tag 20 orang teman FB-mu) serta tweet yang isinya “Bang gue udah kirim naskah lomba nonfiksi, ya. Retweet kalau sudah nyampe” cc @Griya_LRF @SuEffIdris @SkeMaCin @DamarHening
NASKAH FIKSI
Naskah fiksi novel remaja (Teenlit) atau Young Adult(pilih salah satu)
Syarat dan Ketentuan Umum Naskah Fiksi:
1. Karakter naskah novel umum. Segmen teenlit atau young adult (pilih salah satu). Tidak mengandung SARA. Naskah adalah karya asli peserta, bukan sanduran dan tidak sedang diikutkan dalam event lainnya.
2. Gunakan bahasa yang ringan dan harus memuat nilai-nilai inspiratif di dalamnya(style novel tentunya)
3. Boleh setting dalam dan luar negeri.
4. Berlaku dari tanggal 1 Februari 2015-15 Juli 2015
5. Satu orang hanya boleh mengirim satu naskah untuk masing-masing kategori(jadi manteman boleh ikutan kategori non fiksi atau fiksi sekaligus. Tapi masing-masing hanya satu naskah ya.)
6. Naskah ditulis dalam kertas ukuran A5, Font Times New Roman 12, Spasi 1 ½, Format MS Word atau Adobe Reader.
7. Panjang keseluruhan naskah antara 350- 450 halaman(sudah termasuk biodata + sinopsis naskahmu).
8. Tema bebas.
9. Kirim naskahmu ke novelfiksi.lovrinz@gmail.com cc redaksilrph@lovrinz.com dengan subjek #MGEFiksi_judul naskah_ Nama penulis atau nama pena(badan emil biarkan kosong. File naskahmu diattach, ya)
10. Peserta diwajibkan LIKE fanpage Griya LovRinz and Friends dan follow Twitte @Griya_LRF @SuEffIdris @SkeMaCin
11. Buat status di wall FB-mu(tag Griya LovRinz and Friends, Rina Rinz, SuEff Idris, Dandelon Ohara, Damar Hening Sunyiaji dan tag 15 orang teman FB-mu) serta tweet yang isinya “Bang gue udah kirim naskah lomba fiksi, ya. Retweet kalau sudah nyampe” cc @Griya_LRF @SuEffIdris @SkeMaCin @DamarHening
Penjurian:
1. Maksimal penjurian akan dilakukan selama 2 bulan setelah penerimaan naskah terakhir.
2. Juri akan memilih 1 novel terbaik untuk masing-masing kategori dengan hadiah sertifikat + uang tunai untuk masing-masig pemenang sebesar Rp, 1,000, 000, 00 + paket buku bukti terbit dan kontrak penerbitan. Kedua novel terebut akan diterbitkan secara mayor, dan tentu pasti seneng dong jika nama teman-teman yang menang di lomba ini mejeng di toko buku.
*Syarat dan ketentuan berlaku.
3. Semua naskah yang dikirimkan otomatis kami anggap setuju dengan segala prosedur yang kami terapkan. Naskah yang dikirimkan tidak boleh sedang diikutkan event lain, atau terikat dengan pihak mana pun, atau pernah dipublikasikan, termasuk di sosmed seperti blog atau FB.
4. Penjurian terakhir untuk sepuluh besar masing-masing kategori akan dilakukan oleh seorang penulis ternama di Indonesia. Jadi, jangan lewatkan kesempatan ini.
5. Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.
Nah, tunggu apalagi? Ayo liarkan imajinasimu, lincahkan jemarimu untuk Mega Event Griya LovRinz and Friends. Kami menanti karya terbaik dari sahabat semua.
Salam Pena
PL Event : SuEff Idris, Dandelion Ohara, Damar Hening Sunyiaji
KETERANGAN: Event ini perpanjangan dari event sebelumnya yang DL tanggal 13 Januari 2015 karena naskah yang masuk kurang. Adapun naskah yang sudah masuk akan kami ikut sertakan ke mega event ini. Apabila ingin melakukan revisi diperkenankan.
Terima kasih.
Sunday, 11 January 2015
EVENT JANUARI 2015 PENERBIT MAFAZA MEDIA
PJ dan Owner: Nasrul Yung
Assalamualaikum sobat Mafaza, tidak terasa kita sudah memasuki tahun 2015. Tentunya banyak sekali hal indah yang telah kita lalui di tahun kemarin. Di awal tahun ini, Penerbit Mafaza Media kembali mengadakan lomba dan event kepenulisan yang langsung digawangi oleh owner Penerbit Mafaza Media; Nasrul Yung. Adapun tema serta syarat dan ketentuannya ada di bawah ini. Simak dan baca baik-baik ketentuannya. Kami tak segan-segan mendiskualifikasi naskah yang tidak memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. Baca baik-baik ya...
SYARAT DAN KETENTUAN UMUM
- Penulis adalah anggota group Antologi Penerbit Mafaza Media (https://www.facebook.com/
groups/901790979866133/ )
- Penulis menge-like Fans Page resmi Penerbit Mafaza Media (https://www.facebook.com/
PusatInfoBisnisOnline )
- Membuat Pengumuman ini di catatan facebooknya masing-masing dengan menandai 20 orang atau memposting pengumuman ini di blog
- Diutamakan berteman dengan Nasrul Yung (https://www.facebook.com/
cakyung.nasrul )
- Peserta boleh mengikuti salah satu atau keduanya sekaligus
TEMA 1: KUPUTUSKAN KAU DENGAN BISMILLAH
Tema ini bersifat bebas. Maksudnya, kamu bebas bereksperimen dengan judul tema di atas. Seperti bagaimana cara kamu memutuskan untuk menjomblo, bagaimana intrik percintaan yang harus berakhir di tengah jalan karena iman, bagaimana lika-liku kamu memutuskan sang pacar hingga menjadikannya sebagai seorang yang halal ataupun keberanianmu mengatakan kata putus di saat rasa cinta ada di dada.
Syarat dan Ketentuan:
- Tulisan berjenis Flash Story (Fiktif atau Nyata)
- Panjang tulisan maksimal 3 halaman
- Ukuran kertas A4, Margin 2.5 cm semua sisi (top, bottom, left dan right)
- Font: Time News Roman 12 pt, spasi 1.5
- Sertakan biodata narasi maksimal 80 kata
- Nama File dan Judul email: KUPUTUSKAN_JUDUL_NAMA PENULIS
- Kirim ke mafazamedia@gmail.com
TEMA 2: AKU AKAN TERUS MENULIS HINGGA JANTUNGKU TAK LAGI BERKEMBANG KEMPIS
Tema ini mengangkat kegigihan kamu untuk terus menulis. Jatuh bangunnya kamu dalam merangkai kata, kehabisan ide tulisan, dihina atau diremehkan atau serangkaian ujian dan cobaan dalam menjemput impian menjadi seorang penulis.
Syarat dan Ketentuan:
- Tulisan berjenis Flash True Story (Kisah Nyata)
- Memakai kata ganti orang pertama; Saya atau Aku
- Panjang tulisan maksimal 3 halaman
- Ukuran kertas A4, Margin 2.5 cm semua sisi (top, bottom, left dan right)
- Font: Time News Roman 12 pt, spasi 1.5
- Sertakan biodata narasi maksimal 80 kata
- Nama File dan Judul email: MENULIS_JUDUL_NAMA PENULIS
- Kirim ke mafazamedia@gmail.com
JADWAL
20 Januari 2015: Deadline Pengiriman Naskah
21 Januari 2015: Rekapan Semua Naskah yang Masuk (Update terakhir peserta)
25 Januari 2015: Pengumuman Pemenang dan Kontributor Terpilih
26-31 Januari 2015: Editing dan Layout Buku
KONTAK PERSON
Email: mafazamedia@gmail.com
BBM: 7EE1FBBA
SMS Center & WA: 085785640506
Info Lengkap Penerbitan: www.mafazamedia.com
Salam,
Penerbit Mafaza Media
Nasrul Yung
SYARAT DAN KETENTUAN UMUM
- Penulis adalah anggota group Antologi Penerbit Mafaza Media (https://www.facebook.com/
groups/901790979866133/ ) - Penulis menge-like Fans Page resmi Penerbit Mafaza Media (https://www.facebook.com/
PusatInfoBisnisOnline ) - Membuat Pengumuman ini di catatan facebooknya masing-masing dengan menandai 20 orang atau memposting pengumuman ini di blog
- Diutamakan berteman dengan Nasrul Yung (https://www.facebook.com/
cakyung.nasrul ) - Peserta boleh mengikuti salah satu atau keduanya sekaligus
TEMA 1: KUPUTUSKAN KAU DENGAN BISMILLAH
Tema ini bersifat bebas. Maksudnya, kamu bebas bereksperimen dengan judul tema di atas. Seperti bagaimana cara kamu memutuskan untuk menjomblo, bagaimana intrik percintaan yang harus berakhir di tengah jalan karena iman, bagaimana lika-liku kamu memutuskan sang pacar hingga menjadikannya sebagai seorang yang halal ataupun keberanianmu mengatakan kata putus di saat rasa cinta ada di dada.
Syarat dan Ketentuan:
- Tulisan berjenis Flash Story (Fiktif atau Nyata)
- Panjang tulisan maksimal 3 halaman
- Ukuran kertas A4, Margin 2.5 cm semua sisi (top, bottom, left dan right)
- Font: Time News Roman 12 pt, spasi 1.5
- Sertakan biodata narasi maksimal 80 kata
- Nama File dan Judul email: KUPUTUSKAN_JUDUL_NAMA PENULIS
- Kirim ke mafazamedia@gmail.com
TEMA 2: AKU AKAN TERUS MENULIS HINGGA JANTUNGKU TAK LAGI BERKEMBANG KEMPIS
Tema ini mengangkat kegigihan kamu untuk terus menulis. Jatuh bangunnya kamu dalam merangkai kata, kehabisan ide tulisan, dihina atau diremehkan atau serangkaian ujian dan cobaan dalam menjemput impian menjadi seorang penulis.
Syarat dan Ketentuan:
- Tulisan berjenis Flash True Story (Kisah Nyata)
- Memakai kata ganti orang pertama; Saya atau Aku
- Panjang tulisan maksimal 3 halaman
- Ukuran kertas A4, Margin 2.5 cm semua sisi (top, bottom, left dan right)
- Font: Time News Roman 12 pt, spasi 1.5
- Sertakan biodata narasi maksimal 80 kata
- Nama File dan Judul email: MENULIS_JUDUL_NAMA PENULIS
- Kirim ke mafazamedia@gmail.com
JADWAL
20 Januari 2015: Deadline Pengiriman Naskah
21 Januari 2015: Rekapan Semua Naskah yang Masuk (Update terakhir peserta)
25 Januari 2015: Pengumuman Pemenang dan Kontributor Terpilih
26-31 Januari 2015: Editing dan Layout Buku
KONTAK PERSON
Email: mafazamedia@gmail.com
BBM: 7EE1FBBA
SMS Center & WA: 085785640506
Info Lengkap Penerbitan: www.mafazamedia.com
Salam,
Penerbit Mafaza Media
Nasrul Yung
Friday, 2 January 2015
Diary Awal Tahun
Lama sekali rasanya tidak pulang ke rumah ini :)
Huftt ... banyak sekali ide-ide terbengkalai yang menjadi kenangan dalam dekapan malas.
Oh, ya di hari ke tiga di awal tahun 2015, apakah kamu bahagia?
Aku sangat bahagia. Karena di tahun ini aku masih menghirup udara dengan bebas. Masih bisa menikmati semua ciptaan-Nya.
Semoga apa yang aku cita-citakan di tahun ini bisa terwujud, dan aku bisa menjaganya jika sudah menjadi realita nanti.
Huftt ... banyak sekali ide-ide terbengkalai yang menjadi kenangan dalam dekapan malas.
Oh, ya di hari ke tiga di awal tahun 2015, apakah kamu bahagia?
Aku sangat bahagia. Karena di tahun ini aku masih menghirup udara dengan bebas. Masih bisa menikmati semua ciptaan-Nya.
Semoga apa yang aku cita-citakan di tahun ini bisa terwujud, dan aku bisa menjaganya jika sudah menjadi realita nanti.
Tuesday, 4 November 2014
SERONG
Penat kurasakan setelah seharian berkeliling di pasar tradisional hari itu. Sesuatu yang mesti aku rasakan untuk beberapa hari ini,. Ya sampai aku tahu persis setiap kejadian yang harus aku dokumnetasikan beberapa minggu lagi.
Sebenarnya aku tak mau mmbuat cerita lain, selain tugasku. Tapi aku punya satu ide yang tak bisa aku lupakan begitu saja. Kubuka laptopku, tampilan words tersemyum manis.
Mungkin inilah saatnya sedikit relax dan bersahabat dengan gejolak jiwa.
***
Langkah-langkah perempuan dengan stocking hitam dan sandal hak tinggi itu, berhenti di tepian jalan. Bajunya yang merah menyala dengan sedikit terbuka di bagian dada. Bisa dibilang cantik, namun lebih tepatnya disgusting .
Rambutnya hitam mengkilat, menutup bahu. Ia sedang tersenyum-senyum dengan ponselnya. Entah insan mana yang mengirimkannya pesan. Sepertinya itulah yang membuat dunianya benar-benar hidup. Hembusan angin mengelus rambutnya, dia diam. Sehingga udara pun penasaran, ditiupkannya lebih kencang lagi, rok mininya bergoyang.
Sebuah mobil berhenti, bergegas wanita cantik itu masuk ke dalamnya. Blab!!! Tak ada lagi yang telihat. Hanya sebuah desahan nafas berat tersulut emosi. Sebuah mobil dinas berhasil melarikan seorang wanita muda pada jam kerja. Ini sungguh diluar kendali.
Hari itu cukup sampai di sana saja. Semua masih baik-baik saja. Nasi terhidang dengan lauk-pauk kesukaannya. Makan malam romantis. Tangan mungilnya cekatan menyeduk nasi ke piring si lelaki berdosa. Tak ada curiga, tak ada pertanyaan. Senyum masih mampu dipalsukan.
"Bagaimana masakanku?'' tanyanya, seperti biasa.
Si lelaki berdosa memainkan sendoknya, setengah mencari-cari kalimat yang tepat untuk dikeluarkan. Memuji, atau sebaliknya. "Enak ...." Seraya menjatuhkan pandangannya kembali ke piring.
"Malam ini sepertinya aku tak bisa menemani beberapa jam saja, ada sesuatu yang harus aku bereskan." sang Istri terlihat serius.
"Oh, ya? Tentang project-mu?" Si lelaki berdosa seolah biasa saja. Padahal malam itu sedikit kehangatan akan terenggut.
Si istri mengangguk. Deal, keduanya melanjutkan makan malam. Si lelaki berdosa tak sedikitpun menangkap bahwa dosanya siang hari tadi sudah tercatat dengan rapih.
***
Aku kembali menatap layar laptopku, aku klik minimize ms.words. Terlihatlah foto kami berdua, dua tahun lalu. Aku masih mengenakan gaun putih, pun dia mengenakan stelan jas dengan warna yang sama. Kami tersenyum bahagia. Akhirnya cinta terikat dan janji mengunci. Entahlah sampai ke akhir jalan atau tidak, aku yakin setiap persimpangannya menyimpan sejuta misteri.
Cangkir kopiku mulai kosong.Sudah hampir seperempatnya aku minum. Sepertinya aku membutuhkan tambahan caffeine. Kakiku mengajaku ke dapur, melewati kamar yang daun pintunya sedikit terbuka. Terhenti di sana sejenak, menatap tubuh lelaki tercinta yang menikahiku. Tubuhnya yang selalu membuat birahiku naik, harumnya yang membuatku terbuai, sentuhan-sentuhannya yang tak pernah mampu kutolak.
Tiba-tiba sebuah bayangan berkelebat, membawa rasa kecewa, menumbuhkan rasa jijik.
***
Dia tak tahu bagaimana tiba-tiba dia sudah berada di sampingnya. Ingin dia tarik selimutnya, sedikit saja. Seperti biasa, untuk mengajaknya bergumul mesra di kehingan malam sehangat ini. Tapi dingin menyelinap ke dasar hati. Menyelimuti birahi yang muncul tatkala wangi si lelaki tercium olehnya.
Dia hanya terduduk lesu, lalu mengambil bantalnya. Sepertinya lantai yang dingin lebih asyik untuk di cumbu, daripada mencumbu seorang lelaki yang merelakan tubuhnya di gerayangi perempuan jalang.
Dan si lelaki berdosa sebenarnya tidak tertidur, dia masih mengingat perkataan seorang temannya, siang tadi di kantor, "Aku rasa kamu sedang menukarkan emas dengan tembaga."
Sebenarnya aku tak mau mmbuat cerita lain, selain tugasku. Tapi aku punya satu ide yang tak bisa aku lupakan begitu saja. Kubuka laptopku, tampilan words tersemyum manis.
Mungkin inilah saatnya sedikit relax dan bersahabat dengan gejolak jiwa.
***
Langkah-langkah perempuan dengan stocking hitam dan sandal hak tinggi itu, berhenti di tepian jalan. Bajunya yang merah menyala dengan sedikit terbuka di bagian dada. Bisa dibilang cantik, namun lebih tepatnya disgusting .Rambutnya hitam mengkilat, menutup bahu. Ia sedang tersenyum-senyum dengan ponselnya. Entah insan mana yang mengirimkannya pesan. Sepertinya itulah yang membuat dunianya benar-benar hidup. Hembusan angin mengelus rambutnya, dia diam. Sehingga udara pun penasaran, ditiupkannya lebih kencang lagi, rok mininya bergoyang.
Sebuah mobil berhenti, bergegas wanita cantik itu masuk ke dalamnya. Blab!!! Tak ada lagi yang telihat. Hanya sebuah desahan nafas berat tersulut emosi. Sebuah mobil dinas berhasil melarikan seorang wanita muda pada jam kerja. Ini sungguh diluar kendali.
Hari itu cukup sampai di sana saja. Semua masih baik-baik saja. Nasi terhidang dengan lauk-pauk kesukaannya. Makan malam romantis. Tangan mungilnya cekatan menyeduk nasi ke piring si lelaki berdosa. Tak ada curiga, tak ada pertanyaan. Senyum masih mampu dipalsukan.
"Bagaimana masakanku?'' tanyanya, seperti biasa.
Si lelaki berdosa memainkan sendoknya, setengah mencari-cari kalimat yang tepat untuk dikeluarkan. Memuji, atau sebaliknya. "Enak ...." Seraya menjatuhkan pandangannya kembali ke piring.
"Malam ini sepertinya aku tak bisa menemani beberapa jam saja, ada sesuatu yang harus aku bereskan." sang Istri terlihat serius.
"Oh, ya? Tentang project-mu?" Si lelaki berdosa seolah biasa saja. Padahal malam itu sedikit kehangatan akan terenggut.
Si istri mengangguk. Deal, keduanya melanjutkan makan malam. Si lelaki berdosa tak sedikitpun menangkap bahwa dosanya siang hari tadi sudah tercatat dengan rapih.
***
Aku kembali menatap layar laptopku, aku klik minimize ms.words. Terlihatlah foto kami berdua, dua tahun lalu. Aku masih mengenakan gaun putih, pun dia mengenakan stelan jas dengan warna yang sama. Kami tersenyum bahagia. Akhirnya cinta terikat dan janji mengunci. Entahlah sampai ke akhir jalan atau tidak, aku yakin setiap persimpangannya menyimpan sejuta misteri.
Cangkir kopiku mulai kosong.Sudah hampir seperempatnya aku minum. Sepertinya aku membutuhkan tambahan caffeine. Kakiku mengajaku ke dapur, melewati kamar yang daun pintunya sedikit terbuka. Terhenti di sana sejenak, menatap tubuh lelaki tercinta yang menikahiku. Tubuhnya yang selalu membuat birahiku naik, harumnya yang membuatku terbuai, sentuhan-sentuhannya yang tak pernah mampu kutolak.
Tiba-tiba sebuah bayangan berkelebat, membawa rasa kecewa, menumbuhkan rasa jijik.
***
Dia tak tahu bagaimana tiba-tiba dia sudah berada di sampingnya. Ingin dia tarik selimutnya, sedikit saja. Seperti biasa, untuk mengajaknya bergumul mesra di kehingan malam sehangat ini. Tapi dingin menyelinap ke dasar hati. Menyelimuti birahi yang muncul tatkala wangi si lelaki tercium olehnya.
Dia hanya terduduk lesu, lalu mengambil bantalnya. Sepertinya lantai yang dingin lebih asyik untuk di cumbu, daripada mencumbu seorang lelaki yang merelakan tubuhnya di gerayangi perempuan jalang.
Dan si lelaki berdosa sebenarnya tidak tertidur, dia masih mengingat perkataan seorang temannya, siang tadi di kantor, "Aku rasa kamu sedang menukarkan emas dengan tembaga."
Tuesday, 7 October 2014
Surat Cinta Untuk Ditha
Part 2
'Win, jemput aku jam lima dari rumah Tante Mia'
SMS dari Nina masuk. Apa pula ini perempuan? Selalu menganggap aku tukang ojeknya! Tapi ancaman Nina cukup membuatku tunduk. "Aku tak akan segan-segan bilang ke semua orang kalau kita berhubungan!"
Aku tak mau semua orang mengetahui affairku dengan Nina. Ya seenggaknya sebelum aku menyaksikan Ditha menikah dengan Obie. Ingin sekali melihat Ditha untuk yang terakhir kalinya dengan busana pengantin. Walaupun dia bukanlah bersanding denganku.
Langit kamar ini terasa runtuh. Sesak dada tatkala rindu kepada Ditha kembali menghujam-hujam rasaku. Dengan malas aku memaksakan diri untuk bangun, untuk menjemput Nina. Langit begitu mendung, tak mustahil tubuh akan menjadi santapan hujan.
Tak lama, aku sudah sampai di depan rumah Tante Mia. Sepi. Segera kukirim pesan ke Nina, bahwa aku sudah di luar. Nina keluar dari dalam rumah, wajahnya seperti biasa ... ceria. Tak punya otak! Bagaimana bisa kau betah keluar masuk ke rumah orang yang di dalamnya terdapat wanita yang tahu aibmu? Bagaimana kau tetap berakting seoalah tak pernah menyakiti Ditha.
"Sudah lama ya?" tanya Nina, manja.
"Gak usah banyak tanya, ayolah! Bentar lagi hujan." Aku ketus.
Nina hanya tersenyum sinis. Tangannya mulai melingkar di pinggangku. Dia memeluku dengan erat. Ah, Nina! Siapakah kau? Terkadang aku membencimu. Namun setiap kali melihatmu terlelap di pelukanku, perasaan berdosa tak mampu kubendung.
"Windy, hujan nih! Berenti yuk!" Nina mengajakku berhenti dulu ketika hujan mulai turun dengan derasnya. Aku menurut saja. Tanpa banyak cek-cok, kuparkirkan motor di pinggiran toko yang sudah tutup. Yaa ... malam mulai larut. Keadaan gang perumahan ini mulai lengang.
Nina kembali memeluku dari belakang. Nafasnya terasa hangat menghembus tepat di leherku.
"Windy ...," Bisiknya pelan.
"Ya ... "
"Kamu bener-bener ya gak bisa mencintaiku?"
Kembali pertanyaan menyebalkan itu sampai ke telingaku. Entah harus ku jawab apa? Jika aku mencintainya, meskipun masih saudara mungkin bayangan Ditha bisa hilang dari otakku. Tapi kalaupun aku tak mencintainya, entah mengapa Nina sulit kuhindari. Bahkan ketika aku tak ada yang mempedulikan, Nina yang selalu hadir dan menghiburku. Tapi Nin ... kamu telah membuat harapanku hancur! Harapan yang tak sekedar harapanku. Bagaimana perasaan Mamaku, jika tahu gadis yang dulu ia kenalkan akhirnya menjadi milik sepupuku? Maafka aku, Ma.

"Jawab dong, Win!" Nina kembali bersuara.
"Aku belum bisa jawab, Nin."
"Kamu belum bisa move on dari Ditha?''
"Maksud kamu apa?"
Kutepiskan tangan Nina dari pinggangku, dengan kasar. Hingga wanita berbibir sensual itu terlihat kaget. Bahkan mundur beberapa langkah, hingga tubuhnya mepet ke tembok.
"Yaa ... aku heran aja ... masih aja mikirin Ditha. Ditha sudah jadi calonnya Obie, Win! Sadar donk!" suara Nina meninggi. Wajahnya mulai terlihat kesal.
"Inget ya kita di mana? Di jalan! Aku gak mau ribut!" tukasku tak kalah sengit.
Nina terdiam dan menunduk. Hujan masih sangat deras. Sederas hujan di malam itu, ketika pintu terkuak dan Ditha yang basah kuyup berdiri dengan tatapan duka. Tubuhku lekat ke tubuh Nina dalam keadaan mabuk. Lalu antara sadar dan tidak aku mengejar Ditha yang berlari keluar. Hanya terbalut handuk aku berlari tanpa malu mengejar Ditha. Kala itu hujan deras seperti malam ini. Masih mampu kulihat Ditha berlari menerobos hujan. Lalu menghilang di tikungan jalan.
"Kita pulang!" tiba-tiba Nina membuyarkan lamunanku.
"Hujannya masih deras."
"Gak apa-apalah! Di sini pun kedinginan!!" ketusnya.
Ah, Nina ... apalagi sih? Kuraih juga tangannya, hingga badannya tertarik dan jatuh ke pelukanku. Terpaksa aku peluk kau lagi! Seandainya kau tahu isi hatiku, sungguh kau akan kecewa selalu dan selalu merelakan tubuhmu kujamah. Nama Ditha belum terusir, meskipun aku tak pernah seintim itu dengan Ditha, cintanya lebih mematri hatiku. Asal kau tahu itu! Kau cuma buat aku bernafsu, selebihnya ... tak ada!
'Win, jemput aku jam lima dari rumah Tante Mia'
SMS dari Nina masuk. Apa pula ini perempuan? Selalu menganggap aku tukang ojeknya! Tapi ancaman Nina cukup membuatku tunduk. "Aku tak akan segan-segan bilang ke semua orang kalau kita berhubungan!"
Aku tak mau semua orang mengetahui affairku dengan Nina. Ya seenggaknya sebelum aku menyaksikan Ditha menikah dengan Obie. Ingin sekali melihat Ditha untuk yang terakhir kalinya dengan busana pengantin. Walaupun dia bukanlah bersanding denganku.
Langit kamar ini terasa runtuh. Sesak dada tatkala rindu kepada Ditha kembali menghujam-hujam rasaku. Dengan malas aku memaksakan diri untuk bangun, untuk menjemput Nina. Langit begitu mendung, tak mustahil tubuh akan menjadi santapan hujan.
Tak lama, aku sudah sampai di depan rumah Tante Mia. Sepi. Segera kukirim pesan ke Nina, bahwa aku sudah di luar. Nina keluar dari dalam rumah, wajahnya seperti biasa ... ceria. Tak punya otak! Bagaimana bisa kau betah keluar masuk ke rumah orang yang di dalamnya terdapat wanita yang tahu aibmu? Bagaimana kau tetap berakting seoalah tak pernah menyakiti Ditha.
"Sudah lama ya?" tanya Nina, manja.
"Gak usah banyak tanya, ayolah! Bentar lagi hujan." Aku ketus.
Nina hanya tersenyum sinis. Tangannya mulai melingkar di pinggangku. Dia memeluku dengan erat. Ah, Nina! Siapakah kau? Terkadang aku membencimu. Namun setiap kali melihatmu terlelap di pelukanku, perasaan berdosa tak mampu kubendung.
"Windy, hujan nih! Berenti yuk!" Nina mengajakku berhenti dulu ketika hujan mulai turun dengan derasnya. Aku menurut saja. Tanpa banyak cek-cok, kuparkirkan motor di pinggiran toko yang sudah tutup. Yaa ... malam mulai larut. Keadaan gang perumahan ini mulai lengang.
Nina kembali memeluku dari belakang. Nafasnya terasa hangat menghembus tepat di leherku.
"Windy ...," Bisiknya pelan.
"Ya ... "
"Kamu bener-bener ya gak bisa mencintaiku?"
Kembali pertanyaan menyebalkan itu sampai ke telingaku. Entah harus ku jawab apa? Jika aku mencintainya, meskipun masih saudara mungkin bayangan Ditha bisa hilang dari otakku. Tapi kalaupun aku tak mencintainya, entah mengapa Nina sulit kuhindari. Bahkan ketika aku tak ada yang mempedulikan, Nina yang selalu hadir dan menghiburku. Tapi Nin ... kamu telah membuat harapanku hancur! Harapan yang tak sekedar harapanku. Bagaimana perasaan Mamaku, jika tahu gadis yang dulu ia kenalkan akhirnya menjadi milik sepupuku? Maafka aku, Ma.

"Jawab dong, Win!" Nina kembali bersuara.
"Aku belum bisa jawab, Nin."
"Kamu belum bisa move on dari Ditha?''
"Maksud kamu apa?"
Kutepiskan tangan Nina dari pinggangku, dengan kasar. Hingga wanita berbibir sensual itu terlihat kaget. Bahkan mundur beberapa langkah, hingga tubuhnya mepet ke tembok.
"Yaa ... aku heran aja ... masih aja mikirin Ditha. Ditha sudah jadi calonnya Obie, Win! Sadar donk!" suara Nina meninggi. Wajahnya mulai terlihat kesal.
"Inget ya kita di mana? Di jalan! Aku gak mau ribut!" tukasku tak kalah sengit.
Nina terdiam dan menunduk. Hujan masih sangat deras. Sederas hujan di malam itu, ketika pintu terkuak dan Ditha yang basah kuyup berdiri dengan tatapan duka. Tubuhku lekat ke tubuh Nina dalam keadaan mabuk. Lalu antara sadar dan tidak aku mengejar Ditha yang berlari keluar. Hanya terbalut handuk aku berlari tanpa malu mengejar Ditha. Kala itu hujan deras seperti malam ini. Masih mampu kulihat Ditha berlari menerobos hujan. Lalu menghilang di tikungan jalan.
"Kita pulang!" tiba-tiba Nina membuyarkan lamunanku.
"Hujannya masih deras."
"Gak apa-apalah! Di sini pun kedinginan!!" ketusnya.
Ah, Nina ... apalagi sih? Kuraih juga tangannya, hingga badannya tertarik dan jatuh ke pelukanku. Terpaksa aku peluk kau lagi! Seandainya kau tahu isi hatiku, sungguh kau akan kecewa selalu dan selalu merelakan tubuhmu kujamah. Nama Ditha belum terusir, meskipun aku tak pernah seintim itu dengan Ditha, cintanya lebih mematri hatiku. Asal kau tahu itu! Kau cuma buat aku bernafsu, selebihnya ... tak ada!
Monday, 6 October 2014
Gelora Asmara
Datanglah ... nyatakanlah cintamuKatakan bahwa kau menginginkan diriku
Datanglah bawa bunga-bunga
Aku di sini duduk manis menantimu
Aku pun ingin membuat kau tak menyesal
Bahwa kau telah memilih diriku ini
Yang akan terus membuat hidupmu indah
Datanglah, nyatakan janji cinta
Yang akan kau ucapkan itu yang terakhir
Datanglah bawalah aku pergi
Bersama dengan semua gelora asmara
--Derby-Gelora Asmara--
Dear Riva Nando,
Karena hadirmu telah membuatku percaya bahwa hidup ini indah, hidup ini begitu berarti dan hidup ini bukan untuk disesali. Telah kukaji kisahmu agar kumampu tetap menulis cerita yang lebih bermakna bersamamu. Sejak kemarin, sekarang dan selamanya aku tak ingin kamu menyesal telah memilihku.
With love --
( Me )
Pernah Selingkuh? Ayo Jujur Berhadiah!
Argh, sesak.
Apa ini? Perut perawan tapi buncitnya minta ampun ... bahkan ketika duduk seperti ini, bersila depan laptop terasa menyiksa sekali. Ugh ...
Agak ngantuk sih sebenarnya, tapi ada yang harus kutuliskan malam ini juga. Yaitu tentang 'Selingkuh'. Penyakit mayoritas insan di muka bumi ini. Ada banyak alasan ketika cinta berpaling, seakan kekurangan dan kelebihan seorang yang telah ada di samping kita adalah hal yang tak wajar.
Jika kamu adalah salah satunya, apa sih alasanmu untuk selingkuh? Apa tak ada jalan lain selain itu? Misalkan, bicara baik-baik kalau memang sudah bosan. Atau jika ada sesuatu hal yang tak bisa kamu dapatkan dari dia, ada satu hal yang kamu benci dll.
Aku pernah selingkuh? Uhm ..., pernah gak yaa? Hehehe ...
Pernah.

Kapan aku selingkuh terakhir kali? Susah diingat. Karena keseringan aslinya hehehe ...
Nah aku punya tantangan yang keren buat kalian, kira-kira kalian siap gak untuk jujur?
Tantangannya mudah, coba jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:
- Kamu pernah selingkuh?
- Apa alasannya?
- Selama selingkuh adakah ketenangan?
- Bagaimana ending dari ceritamu?
SURAT CINTA UNTUK DITHA
Part 1
Bukakan aku pintu-Mu ...Aku ingin berbicara sebentar kepadanya, aku tahu dia di sana bersama para bidadari lainya.
Sudah kukatakan kepada Nina, bahwa hari ini aku tak ingin berkunjung ke rumah Obie. Masih merasa tidak enak dengan apa yang dikatakan Tante Mia tiga hari yang lalu.
"Jangan sering-sering maen ke sini, Win! Kamu tahukan? Obie tak lama lagi akan menikah." Tante Mia seperti langsung memblokir persahabatanku dengan Obie. Padahal aku sudah tak ada niat apapun lagi atas hubungan Obie dan Ditha.
"Tante ... jangan karena Ditha pernah jadi pacar Windy, lalu Tante memisahkan Windy sama Obie. Ditha sudah masa lalu Win, dan Tante juga tahu Win tak ada kejelakan apapun dengan Ditha." Protesku.
Tapi akhirnya, aku rasa tak ada gunanya bersikeras dengan aturan Tante Mia. Lebih baik memang tak menjumpai Obie lagi. Meskipun persahabatan dengan Obie semenjak kami kanak-kanak harus terputus begitu saja.
"Sudahlah ..., jangan diambil hati. Tante Mia sangat mengkhawatirkan kalian kenapa-kenapa menjelang hari H-nya Obie dan Ditha." Hibur Nina.
"Tapi gak segitunya kali, terlalu over protective gitu!"
Aku melangkah di antara rintik hujan. Mendung yang dari tadi menggelayut akhirnya menjadi kucuran hujan. Tak apa basah kuyup. Biar tak ada orang yang mengetahui bahwa lelaki setegar dan searogan Windy, bisa menangis karena wanita.
Ya ... aku berbohong selama ini. Ditha masih dalam pikiranku. Malam kejadian di mana Ditha memergokiku di kamar hotel itu. Tak bisa kulupakan expresi wajah Ditha. Air mata yang meleleh di pipi mulusnya, seperti tak ingin hengkang dari mataku.
"Maafkan aku, Ditha!"
Aku memang tak mampu menahan gejolak nafsu. Ketika Nina menawarkan segalanya dan aku tengah kecewa dengan penolakanmu. Tapi ini bukan berarti kamu bisa membalas dendam kepadaku dengan menerima Obie, sepupuku. Walaupun aku tahu, kamu tak mengenal Obie dari awal, dan tak tahu jika Obie adalah sepupuku.
"Aku kenalan dengan cewek imut banget, lugu lagi," Terang Obie suatu hari ketika keluarga besar mereka tengah berkumpul.
"Wahh, keren. Lain kali kenalin dong sama kita-kita ..." Aku menimpali dengan diiringi tawa. Nina yang sejak tadi melempar-lemparkan tatapan mautnya mulai membuatku risih. Apa sih, Nina? Kita ini masih saudara jauh. Cukuplah yang sudah terjadi. Tak ingin ada kesalahan lagi di antara aku dan kamu, batinku.
Tapi hampir setahun setelah Obie mengatakan tentang gadis kenalannya, aku pindah ke luar kota karena tugas dari kantor. Delapan bulan yang aku lalui di tempat baru, tak mampu membuatku lupa akan kesalahanku kepada Ditha. Dengan Nina pun masalah semakin meruncing. Entahlah aku mencintai Nina atau tidak, tetapi kesalahan itu terulang dan terulang lagi. Nina seolah tak mau aku menjauh begitu saja.
"Win, kapan kamu bisa menikahiku?" Nina selalu menanyakan itu.
"Kamu tuh, ya! Kita masih saudaraan Ninaaa ... bagaimana mungkin kita bisa mendapat Restu!"
"Lalu bagaimana dengan yang sudah kita lakukan? Kamu harus tanggung jawab Win!"
Memang benar, apa yang sudah terjadi tak bisa aku pungkiri. "Makanya jangan mengganggu aku terus! Aku kan sudah bilang Nin, kita tak mungkin melanjutkan hubungan ini,"
Nina menangis. Bisa juga perempuan seperti kamu, menangis! Kaulah perusak hubunganku yang sudah bertahun bersama Ditha. Wanita terbaik yang pernah ada dalam kehidupanku, yang dalam beberapa hari ini akan menjadi istri sepupuku sendiri.
"Win, satu hal saja yang aku mau kamu tahu! Aku mencintaimu, Windy!"
Akhirnya Nina tetap menjeratku, bahkan Nina mulai berani mengatakan bahwa ada hubungan spesial di antara kami. Namun meskipun begitu, tak terlalu aku fikirkan selama Nina hanya terobsesi untuk menjadi istriku. Toh kalau dia tidak sampai hamil, aku tak akan pernah menikahinya. Bejat biarlah bejat! Memang seorang Windy adalah lelaki bejat.
Semua tak lagi membuatku sekuat itu. Hatiku hancur tiba-tiba setelah aku jauh-jauh pulang untuk menghadiri hari pertunangan Obie dengan gadis itu yang ternyata adalah Ditha. Aku pun bisa merasakan saat Ditha melihatku di sana dan dikenalkan Obie. Ditha terlihat sangat shock!
"Ini Windy, sayang, sepupuku," Obie mengenalkan Ditha pada lelaki yang sudah membuat dia kecewa setahun lalu. Aku tergagap, pun begitu dia. Ditha malah seakan tak mampu bergerak.
"Sayang, kamu kenapa?" Obie heran melihat ekpresi Ditha. Ditha yang terlihat sangat cantikmalam itu cepat-cepat menyunggingkan senyum manisnya.
"Oh, gak apa-apa kok sayang!"ujar Ditha. Begitu cepat kekagetannya ia sembunyikan. Tetapi meski begitu, pada akhirnya Ditha menceritakan semua pada Obie. Hingga Obie menanyakannya kepadaku dan mulailah keretakan antara aku dan Obie mulai terasa. Hanya saja Ditha tidak cerita bahwa gadis yang pada malam itu bersamaku adalah Nina.
Seorang Penulis Itu ... Sesuatu deh!
Hai-hai semua ...
Kembali dengan curhatan penulis abal-abal profesional yang cantik nan jelita :P
Hari ini aku baru ingat kalau aku punya kontrakan yang sudah lama tak aku lihat. Ternyata spider ( tanpa Man) udah di mana-mana. Debu pun di mana-mana. Hmm ... ketahuankan? Betapa malasnya sang pemilik rumah kontrakan ini :(
Bertambah usia bukan malah tambah pinter, malah tambah keblinger :( tapi aku tetep bersyukur karena setiap masalah yang menerpa tetap memberi hikmah.
Sepeninggal Ummi, kehidupanku seperti dirampas begitu saja, banyak kejadian yang tiba-tiba terjadi padaku.
Kembali dengan curhatan penulis abal-abal profesional yang cantik nan jelita :P
Hari ini aku baru ingat kalau aku punya kontrakan yang sudah lama tak aku lihat. Ternyata spider ( tanpa Man) udah di mana-mana. Debu pun di mana-mana. Hmm ... ketahuankan? Betapa malasnya sang pemilik rumah kontrakan ini :(
Bertambah usia bukan malah tambah pinter, malah tambah keblinger :( tapi aku tetep bersyukur karena setiap masalah yang menerpa tetap memberi hikmah.
Sepeninggal Ummi, kehidupanku seperti dirampas begitu saja, banyak kejadian yang tiba-tiba terjadi padaku.
Surat Untuk Kekasih
Kepada Pemilik Hati
Malam menjelang menebar kesunyian panjang.
Hembusan angin membelai mesra jiwa yang dilanda rindu.
Kau yang telah lama mengisi hati dan hari-hariku
Semoga selamanya menghiasi dinding jiwa yang selalu inginkan kamu.
Kekasihku ... temanilah aku dalam menjalani kehidupan ini.
Ajak aku untuk mengarungi lautan cobaan yang telah Tuhan siapkan.
Jangan pernah tinggalkan aku ...
Aku akan lemah tanpamu
Malam menjelang menebar kesunyian panjang.
Hembusan angin membelai mesra jiwa yang dilanda rindu.
Kau yang telah lama mengisi hati dan hari-hariku
Semoga selamanya menghiasi dinding jiwa yang selalu inginkan kamu.
Kekasihku ... temanilah aku dalam menjalani kehidupan ini.
Ajak aku untuk mengarungi lautan cobaan yang telah Tuhan siapkan.
Jangan pernah tinggalkan aku ...
Aku akan lemah tanpamu
Saturday, 4 October 2014
PUISI DARI KEKASIH
Manis senyummu ...
timbulkan sejuk di kalbu
Misteri cintamu ..
Mendebarkan jantungku ..
Kadang terlintas tanya
Adakah kau merasa apa yang kurasa
Cobalah dengar suara rinti-rintik hujan
Sebanyak itulah aku merindukanmu ...
A poem by : Riva Nando
timbulkan sejuk di kalbu
Misteri cintamu ..
Mendebarkan jantungku ..
Kadang terlintas tanya
Adakah kau merasa apa yang kurasa
Cobalah dengar suara rinti-rintik hujan
Sebanyak itulah aku merindukanmu ...
A poem by : Riva Nando
Tuesday, 23 September 2014
Sajak Bunga
ya ... daku perempuan
penikmat air mata tatkala rindu tak memberi jawaban
bersama rinai hujan aku menunggumu
kembali mengisi hari-hari yang kosong
di mana engkau?
haruskah kulangkah kaki demi mencari
sementara aku tak bersayap
akar melilit kokoh
aku bunga terpatri di tanah
takdir tak mampu ku lawan
Dandelion O'Harra _
Monday, 22 September 2014
Serial Munaroh
Serial Munaroh
Kecewa Lagi
Seminggu ini, Munaroh mendapat kabar berita bahwa pak Haji bapaknya bang Ujang tengah mencarikan putra kesayangannya itu seorang calon istri. Muslimah, wajib! Sholehah, pasti! Pinter ngaji rajin puasa, harus! Pintar memasak dan beres-beres, ya 70% minimal menguasai. Begitu syaratnya. Munaroh sadar, siapalah dia? Yang kalau tidak dibangunkan emak, ya kesiangan. Kalau belum malam jum’at ya gak ada jadwal yasinan. Masak apapun rasanya kalau tidak asin, ya manis, spesialnya ... tawar. Beres-beres rumah hari minggu saja, itu juga kalau emak sudah angkat senjata, sapu.
Tapi bukan Munaroh yang cerdas, jika harus menyerah begitu saja. Apalagi jatuh cinta pada bang Ujang sudah sejak lama, apalagi rumah mereka depan-depanan. Apa jadinya hati Munaroh jika yang menjadi istri bang Ujang adalah wanita lain sementara tiap hari Munaroh akan melihatnya. Karena Pak Haji sudah membuat pengumuman jika rumah itu adalah warisan untuk bang Ujang.
“Aku Munaroh, pantang menyerah!!” Munaroh mengacungkan tinjunya didepan cermin. Selesai mematut diri dengan gaya baru, gamis lebar dengan jilbab tak kalah lebarnya, Munaroh melenggang ke teras rumah. Tujuan? Ya ngintip bang Ujang, siapa lagi!.
Tapi ternyata bang Ujang tidak nampak. Yang ada cuma Pak Haji yang sedang baca koran dengan jarak koran ke mata hanya dua senti. Eumm, Pak Haji seharusnya beli kaca pembesar selain kaca matanya itu. Munaroh sedikit kecewa, setelah satu jam dandan yang ketemu malah bapaknya. Tapi tak apalah, ada istilah tak ada rotan, akarpun jadi. Anaknya tidak ditempat, ya Bapaknya saja digangguin.
“Assalamu-alaikum, babeh Haji,” dengan lembut mempesona Munaroh menyapa pak Haji. Memang orang sekampung juga kalau memanggil pak Haji selalu dengan sebutan ‘babeh’.
Pak Haji mengangkat mukanya, dan senyum Munaroh mekar bersemi bagai pohon cabe, gamis hijau dengan jilbab merah. Pak Haji, shock!
“Wa-alikumm salaaaammm ... Munaroh?’’ Pak Haji langsung bertanya heran.
“Iya, Beh.”
“Sejak kapan ganti kostum? Berjilbab lu sekarang yee,?’’
“Iya Beh, alhamdulillah aye udah dapet hidayah.” Munaroh senyum-senyum tak henti.
“Iya, Beh.”
“Sejak kapan ganti kostum? Berjilbab lu sekarang yee,?’’
“Iya Beh, alhamdulillah aye udah dapet hidayah.” Munaroh senyum-senyum tak henti.
“Oo ... Syukur alhamdulillah. Nah, bagusan begitu, Mun! Lu jaga tuh aurot lu, gak boleh sembarangan mata memandang. Biar cuma suami lu aje nanti yang lihat!” jelas pak Haji.
“Babeh Haji kok gak nanya aye dapet hidayah dari mane?”
“Hidayah di mane-mane datengnye ya dari Allah. Jadi ngapain babeh tanya, hah? Emang dari siape?”
“Babeh malah tanya, ya kan aye yang tanya tadi, gimana sih?’’
“Hidayah di mane-mane datengnye ya dari Allah. Jadi ngapain babeh tanya, hah? Emang dari siape?”
“Babeh malah tanya, ya kan aye yang tanya tadi, gimana sih?’’
Munaroh mulai manyun, seminggu dia belajar luwes dan dewasa ternyata gagal seketika gara-gara ini. Pak Haji memperhatikan penampilan Munaroh yang seperti pohon cabe gede di masa panen. Ada rasa ingin tertawa, tapi pak Haji menahannya. Dia tiba-tiba ingat dengan sang Istri yang sedang pulang ke kampung menegok saudaranya.
“Ya sudah. Lu bisa masak kagak? Yang pedes-pedes kesukaannya si Ujang?” Tanya pak Haji tiba-tiba.
Munaroh terperanjat. Setelah tadi merasa diperhatikan, sekarang ditanya bisa masak apa tidak, dan salah satu sarat wanita yang dicari buat calon istri bang Ujang adalah pinter masak, berarti ini?
“Bisaaaaaaaa Beh!!! Bisaaa banget!!’’ Setengah berteriak Munaroh menjawab. Hampir saja jawabannya membuat jantung pak Haji copot.
“Pelan-pelan nape sih, lu jawabnye bikin jantung Babeh kambuh!”
“Hehee ... Maaf Beh, ma-aaff ... Saking bisanya aye masak Beh, gitu aja kok.”
“Pelan-pelan nape sih, lu jawabnye bikin jantung Babeh kambuh!”
“Hehee ... Maaf Beh, ma-aaff ... Saking bisanya aye masak Beh, gitu aja kok.”
Munaroh nyengir, melihat Pak Haji yang melotot kaget.
“Lanjut Beh. Harus bisa apalagi nih, biar aye jadi ...’’ kalimat Munaroh terpotong.
“Beres-bereslah, nyuci, kepasar, sama masak tuh tadii, inget apapun masakannya harus pedes.”
“Ok, Beh! Bisa banget. Bangun pagi-pagi ya Beh?’’
“Subuh lah, si Ujang sarapan pagi jam 6 harus sudah siap!”
“Ok, Beh! Siap!”
“Lanjut Beh. Harus bisa apalagi nih, biar aye jadi ...’’ kalimat Munaroh terpotong.
“Beres-bereslah, nyuci, kepasar, sama masak tuh tadii, inget apapun masakannya harus pedes.”
“Ok, Beh! Bisa banget. Bangun pagi-pagi ya Beh?’’
“Subuh lah, si Ujang sarapan pagi jam 6 harus sudah siap!”
“Ok, Beh! Siap!”
Angan Munaroh sudah di langit ke-tujuh. Ia sudah merasa terpilih jadi menantu yang langsung diinterview sama Babeh Haji. Tapi tiba-tiba dia ingat isu tentang rajin sholat, pinter ngaji, rutin puasa. Hello ... Munaroh mendarat lagi.
“Tapi Beh, gak harus pinter ngaji kan Beh?”
“Lu belum bisa ngaji?’’
“Bisa sih Beh, tapi belum fasih bener, gitu Beh.”
“Ya belajar aje sama si Ujang kalo lu udeh gak sibuk.”
“Puasanye Beh? Senin sampe Kemis apa Senin ame Kamis doang?’’
“Emang siape yang mau puasa nyenen-kemis?”
“Aye, Beh.”
“Ya udeh semampu lu aje,” Jawab Pak Haji ringan.
“Lu belum bisa ngaji?’’
“Bisa sih Beh, tapi belum fasih bener, gitu Beh.”
“Ya belajar aje sama si Ujang kalo lu udeh gak sibuk.”
“Puasanye Beh? Senin sampe Kemis apa Senin ame Kamis doang?’’
“Emang siape yang mau puasa nyenen-kemis?”
“Aye, Beh.”
“Ya udeh semampu lu aje,” Jawab Pak Haji ringan.
Munaroh memekik dalam hati, “Yesssss!!!” Akhirnya tujuannya tercapai dan sukses. Ternyata Babeh Haji pengertian banget, fikirnya.
“Yaudah, mulai sekarang aje lu kerja di rumah Babeh. Masak buat makan siang si Ujang ye!” Pak bicara santai sambil kembali meraih koran yang tadi dia baca.
Dukk! Kepala Munaroh seperti kejedot pintu. Kerja?
“Kok kerja Beh? Siape yang mau kerja?’’
“Yaelah ... Ya Elu, Munarohhh! Itu tadi kan udeh Babeh jelasin. Lu jawab siap, gimane sih Lu?’’
“Jadi ... tadi bukan interview buat calon istri bang Ujang?”
“Interview calon istri? Apaan interview-iterviewan segalaaa? Si Ujang udeh dewasa, calon istrinye dia sendiri yang nentuin. Bu haji lagi pulang kampung, makanye Babeh butuh orang buat masak sama beres-beres rumah.” terang Pak Haji.
“Yaelah ... Ya Elu, Munarohhh! Itu tadi kan udeh Babeh jelasin. Lu jawab siap, gimane sih Lu?’’
“Jadi ... tadi bukan interview buat calon istri bang Ujang?”
“Interview calon istri? Apaan interview-iterviewan segalaaa? Si Ujang udeh dewasa, calon istrinye dia sendiri yang nentuin. Bu haji lagi pulang kampung, makanye Babeh butuh orang buat masak sama beres-beres rumah.” terang Pak Haji.
Angan Munaroh mendarat lagi. Lemess seketika mabuk perjalanan naik ke angkasa.
“Kiarin tadi aye di tanya bisa masak apa kagak buat di jadikan calon istri bang Ujang,” Munaroh mulai layu.
“Emang lu denger dari siape babeh mau carikan istri buat si Ujang?’’
“Emang lu denger dari siape babeh mau carikan istri buat si Ujang?’’
“Tetangga, Beh!”
“Hoax itu.” Jawab Pak Haji santai.
“Ngomong dong dari awal!”
“Yee ... Elu nya aja gagal paham.”
“Babeh tuh, tukang PHP!”
“Ngomong dong dari awal!”
“Yee ... Elu nya aja gagal paham.”
“Babeh tuh, tukang PHP!”
Munaroh kecewa lagi. Manyun dan berlalu meninggalkan Pak Haji.
“Eh, jadi kagak lu kerja di rumah Babeh?’’ Pak haji teriak, melihat Munaroh sudah memasuki rumahnya lagi. Munaroh menoleh, dari pintu dia menjawab.
“Noooooo ...!
Saturday, 6 September 2014
Thursday, 4 September 2014
Gagal Posting
fffftttttttt ...... Judulnya -BUKAN TAKDIR
ya Allah tinggal endingnya malah laptop pake acara mati segala.
Satu kata buat malem ini? KECEWA!!!!!
ya Allah tinggal endingnya malah laptop pake acara mati segala.
Satu kata buat malem ini? KECEWA!!!!!
Subscribe to:
Posts (Atom)



