Saturday, 31 May 2014
Tempat Berpulangnya Rindu.
Event Menulis bersama team '' KEPING HATI''
Tempat Berpulangnya Rindu
Desa tercinta.
Ummi menatapku dengan penuh haru, tangisnya masih ada meskipun sudah berkali-kali aku memeluk dan menciumnya. ''Kamu tambah cantik aja Nak, Ummi kira kamu akan kurus. Seperti kabar yang Ummi terima dari Desita.'' Ummi mengelus-elus rambutku yang mulai panjang.
Ummi menatapku dengan penuh haru, tangisnya masih ada meskipun sudah berkali-kali aku memeluk dan menciumnya. ''Kamu tambah cantik aja Nak, Ummi kira kamu akan kurus. Seperti kabar yang Ummi terima dari Desita.'' Ummi mengelus-elus rambutku yang mulai panjang.
''Desita kan tidak tau, Mii ... keseharian Lia gimana. Cuma tau tentang kerjaan Lia aja."
Peluk erat, dan kecupan sayang dari Ummi terasa begitu hangat. Damai saat kaki mulai menapaki jalan pematang sawah merasuk ke sanubari. Kini ditambah pelukan wanita nomor satu yang selalu aku agung-agungkan keberadaannya. Membuat hati ini semakin bahagia dan tenang.
''Ummi sudah lama menunggu kamu pulang. Ummi semakin cemas saat Desita cerita tentang kamu.''
Kedatanganku memang terlalu cepat dari jam yang aku kabarkan sebelumnya lewat telpon Ima. Sehingga perkiraan Ummi untuk menyiapkan berbagai masakan, beliau anggap telat.
''Kan kalau begini, kita bisa masak bareng Mii. Lagian Lia kangen masak-masak sama Ummi. Di Jakarta Lia gak pernah masak.''
Kembali kupeluk Ummi.
Rasanya seperti seribu tahun tak melihatnya. Padahal cuma empat bulan. Bahkan sebelumnya pun Ummi sudah aku tinggalkan ketika masih kuliah. Pulang sekali dalam dua minggu memang tak terasa lama untuk ditunggu. Kini jangka waktu empat bulan tak pulang, hati bagai membeku.
Rasanya seperti seribu tahun tak melihatnya. Padahal cuma empat bulan. Bahkan sebelumnya pun Ummi sudah aku tinggalkan ketika masih kuliah. Pulang sekali dalam dua minggu memang tak terasa lama untuk ditunggu. Kini jangka waktu empat bulan tak pulang, hati bagai membeku.
Di tengah-tengah acara makan yang hanya berdua dengan Ummi.
''Temenmu yang di kampung sana sudah menikah Li, Ummi dapat undangannya. Marni itu lho, anak Haji Darman.''
''Terus ..., Ummi datang?''
''Enggaklah. Kamunya enggak ada, yang diundang juga kan kamu.''
''Yaa kan bisa gantiin Lia. Marni baik orangnya, Lia pernah berhutang budi padanya.''
''Gak akh. Ummi gak suka bepergian keculai sama kamu, atau di antar Rusli.''
''Temenmu yang di kampung sana sudah menikah Li, Ummi dapat undangannya. Marni itu lho, anak Haji Darman.''
''Terus ..., Ummi datang?''
''Enggaklah. Kamunya enggak ada, yang diundang juga kan kamu.''
''Yaa kan bisa gantiin Lia. Marni baik orangnya, Lia pernah berhutang budi padanya.''
''Gak akh. Ummi gak suka bepergian keculai sama kamu, atau di antar Rusli.''
Rusli?
Pemuda itu. Ternyata masih baik saja sama Ummi. Hmm ... andai saja, Rusli sedikit memiliki nasib baik seperti yang lainnya. Ya setidaknya mampu mengecap pendidikan hingga SMA saja kalaupun tidak kuliah.
Rusli itu anak lelaki yang baik, sahabat yang peduli dan termasuk pemuda yang ramah. Meskipun pendidikannya hanya sampai SD kelas lima. Sepeninggal ayahnya, Rusli yang masih muda harus berubah menjadi tulang punggung bagi Ibu dan kelima adiknya.
Pemuda itu. Ternyata masih baik saja sama Ummi. Hmm ... andai saja, Rusli sedikit memiliki nasib baik seperti yang lainnya. Ya setidaknya mampu mengecap pendidikan hingga SMA saja kalaupun tidak kuliah.
Rusli itu anak lelaki yang baik, sahabat yang peduli dan termasuk pemuda yang ramah. Meskipun pendidikannya hanya sampai SD kelas lima. Sepeninggal ayahnya, Rusli yang masih muda harus berubah menjadi tulang punggung bagi Ibu dan kelima adiknya.
''Lho, malah melamun. Ayo tambah lagi makannya ... !'' suara Ummi mengagetkanku. Gara-gara memikirkan Rusli. Besok aku akan menemuinya. Pikirku.
***
***
Bunga ilalang bergoyang-goyang. Angin sore membuatku seperti dibelai sang pujangga, sawah nan luas di sana mulai tampak menguning emas. Tanda panen tak akan lama lagi. Ahh kenapa seperti lama sekali tak kurasakan udara semacam ini? Gedung-gedung tinggi dengan polusi udara yang menyesakkan, remang-remang malam yang sering aku tolak di kala malam menjelang, dan para wanita agresif itu pada berbisik.
''Rita, Meti, Dian, sama Berbie ini sudah mau berangkat! Kamu mau ikut gak sih?''
Vina mulai serius. Aku angkat wajahku dari buku, kemudian memandangnya yang sudah mirip artis organ. Make-up di mana-mana.
Vina mulai serius. Aku angkat wajahku dari buku, kemudian memandangnya yang sudah mirip artis organ. Make-up di mana-mana.
''Duluan saja ya ...," jawabku pendek.
''Serius.?''
''Iya. Kalian pergi aja ... ''
"Ryan.?''
''Serius.?''
''Iya. Kalian pergi aja ... ''
"Ryan.?''
Haa ... apa urusannya denganku.
Dia kan cuma korban olok-olokan kalian. Gak ada yang pacaran sama Ryan, apalagi jika itu gue. No way!
Dia kan cuma korban olok-olokan kalian. Gak ada yang pacaran sama Ryan, apalagi jika itu gue. No way!
''Sudah pergi aja sana ah ...! Ryan apa Ryan, gak ada janji aku sama Ryan.''
Kamar Hening.
Para artis cacing itu sudah menghilang bersama beberapa mobil yang sejak tadi terparkir di halaman kost'an.
Para artis cacing itu sudah menghilang bersama beberapa mobil yang sejak tadi terparkir di halaman kost'an.
Ryan semenjak hari pertama kenal memang baik, tapi bukan berarti harus secepat itu keluar malam bersamanya. Iya sih sudah dewasa, tapi aku dewasa bukan untuk hal itu.
''Kok nggak datang semalem,?'' wajahnya agak sedikit masam. Berdiri tepat di hadapanku. Ryan berlebihan. Caranya bertanya dan caranya mendekatiku bagai seorang kekasih saja.
''Emang kita ada janji?'' sahutku.
''Euhh ... ya kan seharusnya semua karyawan datang. Bu Desy kan yang instruksi."
''Itu acara di luar pekerjaan kantor, jadi bu Desy juga ngasih izin kok."
Ryan tercengan, posisinya kini beralih ke sampingku.
''Nanti siang, bisakan makan sama-sama?"
''Euhh ... ya kan seharusnya semua karyawan datang. Bu Desy kan yang instruksi."
''Itu acara di luar pekerjaan kantor, jadi bu Desy juga ngasih izin kok."
Ryan tercengan, posisinya kini beralih ke sampingku.
''Nanti siang, bisakan makan sama-sama?"
Kali ini susah beralasan. Alias sial.
Menangguk meski ingin menggeleng itu lumayan bikin sesek. Tapi dia kembali ke mejanya secepatnya itu lebih penting.
Nyesss ..., sejuk setelah batang hidungnya menghilang. Aku paling tidak suka diganggu apalagi mengganggu.
Menangguk meski ingin menggeleng itu lumayan bikin sesek. Tapi dia kembali ke mejanya secepatnya itu lebih penting.
Nyesss ..., sejuk setelah batang hidungnya menghilang. Aku paling tidak suka diganggu apalagi mengganggu.
''Lia ..., ngapain kamu di sini? Sendirian lagi."
Tiba-tiba lamunaku buyar. Aku terhenyak saat suara lembut itu menyapa. Suara yang tak asing lagi. Rusli. Si pemuda tangguh yang rendah diri.
Tiba-tiba lamunaku buyar. Aku terhenyak saat suara lembut itu menyapa. Suara yang tak asing lagi. Rusli. Si pemuda tangguh yang rendah diri.
''Eh, Rusli ... lagi menikmati sore aja." jawabku agak gugup. Mataku kali ini tak sengaja menatapnya agak lama. Setelah empat bulan berlalu, Rusli tambah tegap saja badannya. Warna kulitnya pun agak putihan. Terheran-heran aku dengan penampilannya sekarang. Baju koko yang ia kenakan semakin membuat mataku terpana.
Degg ... ! Jantungku berdegup saat kedua matanya nyasar ke mataku yang tengah menatapnya pula. Ahh apa ini? Dia sahabatku. Kalau mau jatuh cinta sama Ryan aja. Keren iya, ganteng lumayan, kerjaan juga sama denganku. Bukankah aku megidamkan sesosok suami yang perfect dari berbagai hal?
''Kamu tambah gagah aja ya .'' celetukku sambil tersenyum. Rusli menunduk menanggapinya. Bisa kutebak, sebenarnya dia senang dengan ucapanku.
''Makasih Lia. Biasa aja kok, namanya kuli kalau gak gagah ntar gimana mau kerja?" kini aku yang tertawa dengan balasannya.
''Gak ingin kerja ke kota, Rus ...?'' tanyaku lagi, seolah mempersilahkan dia untuk hadir di sampingku lebih lama, menikmati sore yang indah ini.
''Pernah sih. Aku kerja di jakarta beberapa bulan kemarin. Saat Lia berangkat ke Jakarta, Minggu kemudiannya aku juga berangkat."
Ohh. Rupanya ini faktor utama putihya kulitmu.Hehehe ...
Pantas saja ketika Marni menikah Ummi gak datang, ya ternyata memang Rusli sudah di Jakarta.
Pantas saja ketika Marni menikah Ummi gak datang, ya ternyata memang Rusli sudah di Jakarta.
''Kok gak bilang-bilang Lia kalo kerja di Jakarta? Kerja di mana?''
''Hee ..., Malu lah Li ... di sana juga kerja jadi tukang bangunan, hehehe ...''
''Hee ..., Malu lah Li ... di sana juga kerja jadi tukang bangunan, hehehe ...''
Rusli tertawa, namun sambil melengos membuang pandanganya ke hamparan sawah. Mungkin saja dia merasa terlalu rendah saat mengatakan apa pekerjaannya kepada seorang gadis yang pekerjaannya lebih baik daripadanya. Padahal aku suka caranya berbicara denganku.
''Ya kerjaan kan apa aja, Rus ... asalkan halal. Catat alamat Lia di Jakarta ya, nanti kapan-kapan kalo Lia gak pulang kan bisa maen sama kamu."
Wajah Rusli tambah kikuk, memang dari dulu hingga sekarang baru kali ini saja sedekat ini sama Rusli. Ketika masih kuliah, aku jarang sekali peduli dengan keberadaanya di rumah Ummi.
''Iya nanti sms saja alamatnya ya. Aku minggu ini berangkat lagi kok,''
''Hari apa?''
''Jum'at. Setelah sholat aja berangkatnya.''
''Bareng sama Lia saja ya, Sabtu pagi.''
''Hari apa?''
''Jum'at. Setelah sholat aja berangkatnya.''
''Bareng sama Lia saja ya, Sabtu pagi.''
Entah bagaimana bisa aku jadi lancang! Laki-laki sederhana itu bergeming. Kemudian dengan senyum simpul mengangguk. Haa ..., Rusli benar-benar lembut ternyata.
''Kamu suka dengan media sosial gak.?'' angin yang menyapa rambutku dengan lembut dan udara yang mulai dingin menyusup ke balik jaket, semakin membuatku leluasa mengajukan beberapa pertanyaan. Kuliahat dia pun betah, ahh apa salahnya. Sekedar ngobrol-ngobrol. Aku yakin kalau soal gaul di media sosial Rusli tak ketinggalan. Anak Sd saja sudah pada tahu facebook-an.
''Suka lah. Facebook sama Twitter. Tapi jarang update status kok, hehehe ... ''
Kembali tawanya menghiasi sore ini.
''Kalau begitu, add dan follow akun Lia yaa"
''Emang gak malu ya.?'' dia menunduk sambil memainkan setangkai ilalang yang dipetiknya,
''Malu kenapa?"
''Ya temenan di media sosial sama cowok kayak aku,"
''Lah ..., emang kamu kenapa? kan sama-sama manusia,''
''Bukan begitu ...,'' Rusli menatap kembali ke hamparan sawah, seolah ada sesuatu di sana.
''Gak enaklah Li, seorang Lia harus temenan sama tukang banguana. Hehehe, ... baca deh profile-nya. Memalukan Lia nanti. Gak usahlah.''
''Rus, gak semua orang membuat aturan untuk tidak berteman dengan beberapa orang. Kita kan mau berteman, lagian dari kecil kita saling kenal. Kamunya saja cuek,!''
''Kalau begitu, add dan follow akun Lia yaa"
''Emang gak malu ya.?'' dia menunduk sambil memainkan setangkai ilalang yang dipetiknya,
''Malu kenapa?"
''Ya temenan di media sosial sama cowok kayak aku,"
''Lah ..., emang kamu kenapa? kan sama-sama manusia,''
''Bukan begitu ...,'' Rusli menatap kembali ke hamparan sawah, seolah ada sesuatu di sana.
''Gak enaklah Li, seorang Lia harus temenan sama tukang banguana. Hehehe, ... baca deh profile-nya. Memalukan Lia nanti. Gak usahlah.''
''Rus, gak semua orang membuat aturan untuk tidak berteman dengan beberapa orang. Kita kan mau berteman, lagian dari kecil kita saling kenal. Kamunya saja cuek,!''
Seiring dengan turunnya senja, aku dan Rusli pulang bersama dari pelataran itu. Berjalan berdua, meski Rusli di belakangku dan tak ada pegangan tangan namun ku akui ini sangat indah. Damai dan membuat rindu.
Akhirnya sabtu pagi tiba.
Kembali Ummi merebak tangis, namun kali ini ada binar-binar kebahagiaan di matanya saat mengetahui Rusli berangkat bersamaku.
Kembali Ummi merebak tangis, namun kali ini ada binar-binar kebahagiaan di matanya saat mengetahui Rusli berangkat bersamaku.
Sebelum kembali ke Jakarta, aku sudah berbekal akun facebook & Twitter-nya Rusli. Selain no telepon tentunya. Malah di perjalanan aku kenalkan dia dengan media messaging baru yaitu WhatsApp.
''Ini lebih asyik lho buat chattingan. Nanti hubungi Lia pake aplikasi ini aja ya."
Lagi-lagi lelaki muda itu mengangguk dengan senyum kalemnya.
Lagi-lagi lelaki muda itu mengangguk dengan senyum kalemnya.
Di rute terakhir akhirnya kami pisah. Tujuan Rusli tak searah dengan tempat di mana aku kost'. Namun sejak saat itu kedekatanku dengan Rusli semakin terjalin. Meskipun kadang hanya saling kabari via Whatsapp.
Suatu waktu, aku dengan tegas menolak ajakan Ryan menonton film yang baru saja di angkat ke layar lebar. Sebenarnya, aku sudah siap dua tiket.
Aku dan Rusli. Janji sudah dari minggu yang lalu kepadanya. Berangkat dari kost-an masing-masing. Tak ada jemput-jemputan. Setiba di sana, di halaman mall terjadi moment bagaikan di film-film drama. Ketika kedua insan berbeda saling mencari satu sama lain di tengah keramaian insan lainnya. Hehehe ... tak kusangka ... se-simple inikah cinta? Walaupun mungkin aku sok tahu, mungkin ini hanya perasaan biasa saja. Tak ada kata-kata yang lebih hingga saat ini di antara aku dan Rusli.
Aku dan Rusli. Janji sudah dari minggu yang lalu kepadanya. Berangkat dari kost-an masing-masing. Tak ada jemput-jemputan. Setiba di sana, di halaman mall terjadi moment bagaikan di film-film drama. Ketika kedua insan berbeda saling mencari satu sama lain di tengah keramaian insan lainnya. Hehehe ... tak kusangka ... se-simple inikah cinta? Walaupun mungkin aku sok tahu, mungkin ini hanya perasaan biasa saja. Tak ada kata-kata yang lebih hingga saat ini di antara aku dan Rusli.
Kencan pertama.
Aku sukses bahagia. Dengan penampilan sederhananya dia memikatku. Terutama kesederhanaan Rusli ketika membuatku seolah tak boleh sedih sekejap pun.
Aku sukses bahagia. Dengan penampilan sederhananya dia memikatku. Terutama kesederhanaan Rusli ketika membuatku seolah tak boleh sedih sekejap pun.
Tapi ..., sampai saat ini, tak ada ucapan cinta.
''Libur besok kita pulang saja yuk, Lia kangen Ummi.'' ajakku ketika sengaja menelponnya.
''Ya sudah. Jam berapa Li siapnya?''
Lagi-lagi setuju, ahh. Li ... dia selalu memanggilku, Li ...
''Berangkat pagi aja, tunggu di terminal ya,"
''Libur besok kita pulang saja yuk, Lia kangen Ummi.'' ajakku ketika sengaja menelponnya.
''Ya sudah. Jam berapa Li siapnya?''
Lagi-lagi setuju, ahh. Li ... dia selalu memanggilku, Li ...
''Berangkat pagi aja, tunggu di terminal ya,"
Begitulah, waktuku mulai terisi dengan kehadiran Rusli. Tukang bangunan yang tak pernah membuatku marah. Sementara di kantor kegilaan Ryan semakin menjadi-jadi. Rumor kemana-mana hingga semua orang mengira kami benar-benar sepasang kekasih. Meskipun dari segi penampilan, kemapanan dan masa depan kemungkinan Ryan sangat berpotensi baik untukku. Namun ternyata tidak sedemikian gampangnya untuk jatuh cinta kepadanya.
Mungkin karena sikapku yang tetap cuek, Ryan akhirnya mampu membongkar rahasiaku. Kedekatanku dengan Rusli mulai diendusnya setelah informasi yang didapatnya entah dari siapa.
''Ternyata selama ini kamu berhubungan dengan pria lain, pantas kamu gak pernah menghargai aku.''
Ryan mulai berkata dengan ketus. Sama sekali tak ingin ribut, tapi Ryan sudah memulai lagi, ...
''Gak nyangka ya ..., wanita karier secantik kamu jatuh cinta sama tukang kuli bangunan.''
''Gak nyangka ya ..., wanita karier secantik kamu jatuh cinta sama tukang kuli bangunan.''
Kali ini aku tak bisa diam.
''Maksudmu.?''
''Ya lelaki itu."
''Jaga bicaramu, bisa kan?''
''Apa selama ini kamu bisa menjaga perasaanku,?''
''Hei ..., kita ini tak pernah pacaran! jadi apa kamu pikir itu kewajibanku untuk selalu mengikuti keinginanmu.?''
''Maksudmu.?''
''Ya lelaki itu."
''Jaga bicaramu, bisa kan?''
''Apa selama ini kamu bisa menjaga perasaanku,?''
''Hei ..., kita ini tak pernah pacaran! jadi apa kamu pikir itu kewajibanku untuk selalu mengikuti keinginanmu.?''
Mata Ryan menatapku dengan pandangan nanar. Wajahnya merah padam. Pun aku demikian, sebisa mungkin ku jaga emosi. Kali ini mungkin Ryan benar-benar marah. Tapi aku tak peduli.
''Lihat nanti,!''
Ryan berlalu setelah berhasil menendang salah satu tong sampah yang ada di dekatnya. Suasana kantor sepi. Memang tinggal kami berdua.
''Lihat nanti,!''
Ryan berlalu setelah berhasil menendang salah satu tong sampah yang ada di dekatnya. Suasana kantor sepi. Memang tinggal kami berdua.
Ku tinggalkan kantor dengan perasaan berkecamuk. Kesal dan marah. Tiba-tiba teringat Rusli. Kucari ponselku di tas, ingin segera mengabari seperti biasa. Via Whatsapp, kalaupun belum di balas asal tanda dua ceklis terpampang aku senang. Berarti ponselnya aktif.
Tapi sayang, kali ini tidak.
Aku mulai merasa cemas. Entalah seperti terngiang-ngian ucapan Ryan tadi. ''Lihat nanti.!'' Apakah ... ahh kenapa berpikiran yang tidak-tidak. Mungkin saja memang telpon Rusli lagi tidak aktif. Atau dia sedang istirahat dan tak ingin diganggu, meskipun kemungkinan akan hal itu teramat kecil. Rusli tak pernah mematikan ponselnya, bukan karena aku tapi juga takut-takut keluarganya dari kampung ada penting.
Aku mulai merasa cemas. Entalah seperti terngiang-ngian ucapan Ryan tadi. ''Lihat nanti.!'' Apakah ... ahh kenapa berpikiran yang tidak-tidak. Mungkin saja memang telpon Rusli lagi tidak aktif. Atau dia sedang istirahat dan tak ingin diganggu, meskipun kemungkinan akan hal itu teramat kecil. Rusli tak pernah mematikan ponselnya, bukan karena aku tapi juga takut-takut keluarganya dari kampung ada penting.
Kusibukan diri dengan mengerjakan beberapa dokumen kerjaan. Hanya berharap mendapat balasan dari Rusli di sela-sela kesibukannya. Sejam ..., dua jam ... tiga jam. Huh ... batin mulai meronta. Gak biasanya! Apapun yang terjadi dia tak pernah seperti ini.
Sepi dalam sedih.
Bukan lagi berjam-jam. Kehilangan kabar Rusli sudah hari ke tiga. Rutinitas di kantor masih mampu aku lakukan meskipun dalam tekanan perasaan sebal setiap kali melihat wajah Ryan yang seolah sengaja dan tahu tentang di mana Rusli. Tapi aku tak akan pernah terpancing dengannya.
Bukan lagi berjam-jam. Kehilangan kabar Rusli sudah hari ke tiga. Rutinitas di kantor masih mampu aku lakukan meskipun dalam tekanan perasaan sebal setiap kali melihat wajah Ryan yang seolah sengaja dan tahu tentang di mana Rusli. Tapi aku tak akan pernah terpancing dengannya.
Mendengar kabar Rusli pulang kampung, aku melojak-lonjak gembira. Kabar yang kudapat dari Ummi membuatku bagai terbang di awan. Tunggulah Rusli, aku akan pulang. Akan kujelaskan semua yang terjadi. Aku tahu kau pulang dengan keadaan tak baik. Aku kembali bercerita kepada Ummi perihal Rusli. Ummi tak banyak bicara, hanya menyuruhku untuk cepat pulang.
Di pelataran yang sama, di lima purnama yang lalu ...
Wajahnya yang selalu tenang sore ini agak kusut. Akupun tak begitu peduli dengan keadaanku, dengan wajah lelah berminyak hal yang ingin kulakukan adalah menanyakan kenapa dia pulang diam-diam.
Wajahnya yang selalu tenang sore ini agak kusut. Akupun tak begitu peduli dengan keadaanku, dengan wajah lelah berminyak hal yang ingin kulakukan adalah menanyakan kenapa dia pulang diam-diam.
"Rusli ...,''
''Yaa ...,"
''Kenapa pulangnya kok diam-diam.?''
''Maaf. Mendadak ... ditelpon Asih.''
''Asih.? Siapa.?''
''Yaa ...,"
''Kenapa pulangnya kok diam-diam.?''
''Maaf. Mendadak ... ditelpon Asih.''
''Asih.? Siapa.?''
Aku mulai menangkap gerakan badannya yang tak biasa. Ada sedikit canggung di sana, dan nama itu agak asing di telingaku.
''Siapa Asih.?'' Aku mencoba menatap wajahnya yang menunduk. Ya Rabb, kemana perginya senyum manis pemuda sederhana ini, yang selalu mengatakan bahagia asal aku bahagia?
''Calon istriku."
Degg ... ! Jantungku berdebar kencang. Aliran darahku terasa cepat. Tangan bergetaran, air mata berdesakan di kelopak mata menunggu terjatuh satu persatu. Aku kira dia pulang karena Ryan yang berhasil mengetahui hubungan ini. Ternyata..
Aakh ..., sakit!
Jauh-jauh aku menemuimu, aku takut kau terluka karenanya. Tapi aku salah ... rupanya kau pulang untuk kerinduan wanita lain. Rupanya rinduku tak berpulang pada tempatnya.
***
Tiga bulan berlalu,
Pulang karena mendapat kabar Ummi sakit parah. Ai yang menjadi assistent Ummi menelponnya.
Kumandang Adzan Ashar mulai terdengar sayup-sayup. Bibirku mulai terhiasi senyum. Rumah yang masih kokoh itu sudah terlihat. Rumah Ummi. Dan ketika melewati pelataran ini ... di mana dua hati pernah bertemu, bersatu berjanji namun rapuh. Tak ada lagi istilah cinta sejati yang pernah dia katakan. Yaa mungkin benar kisah cinta sejati itu hanya di drama-drama saja. Kisah si miskin dan si kaya, si cantik dan si buruk rupa, hanyalah dongeng.
Kumandang Adzan Ashar mulai terdengar sayup-sayup. Bibirku mulai terhiasi senyum. Rumah yang masih kokoh itu sudah terlihat. Rumah Ummi. Dan ketika melewati pelataran ini ... di mana dua hati pernah bertemu, bersatu berjanji namun rapuh. Tak ada lagi istilah cinta sejati yang pernah dia katakan. Yaa mungkin benar kisah cinta sejati itu hanya di drama-drama saja. Kisah si miskin dan si kaya, si cantik dan si buruk rupa, hanyalah dongeng.
''Assalamualaikum ...,"
Ahh, Ummi. Aku menghambur kepelukannya. Walaupun dengan keadaan terbaring, tapi beliau tetap merangkulku kuat seperti biasanya.
''Terima kasih ya Gustii ..., anakku selamat dan kini hadir di hadapanku." Ummi berkali-kali mengucapkan syukur. Elusan tangannya yang selalu hangat membuatku hancur lebur dalam kesedihan. Hingga aku tak menyadari siapa saja yang berada di dalam ruangan ini, yang salah satunya ... Rusli.!
''Ummi minta kalian menikah secepatnya."
Ummiii ...
''Apa maksud Ummi.?"
Aku menoleh ke arah Rusli yang sejak tadi diam mendengarkan isak tangisku. Bukankah seharusnya dia sudah beristri? Asih-nya kemana?
''Apa maksud Ummi.?"
Aku menoleh ke arah Rusli yang sejak tadi diam mendengarkan isak tangisku. Bukankah seharusnya dia sudah beristri? Asih-nya kemana?
''Rusli sudah cerita semua sama Ummi ... dan semoga pilihan Ummi tidak salah."
''Tapi Mii ... " aku menoleh lagi ke arah Rusli. Wajahnya yang kalem yang sebenarnya masih sangat aku rindukan itu mendongak. Menatap panacaran kedua bola mataku.
''Tapi Mii ... " aku menoleh lagi ke arah Rusli. Wajahnya yang kalem yang sebenarnya masih sangat aku rindukan itu mendongak. Menatap panacaran kedua bola mataku.
Degg ... ! Masih saja rasa itu.
''Dia kan sudah punya calon Mii ... " jawabku akhirnya, yang di sambut dengan tawa dari mereka yang hadir.
Rusli berbohong tentang Asih, tentang alasan pulang diam-diam. Rupanya memang bukan Ryan yang mengancamnya namun ketika Rusli tak sengaja melihatku dan Ryan makan bersama di salah satu restorant sederhana di area perkantoranku dan Rusli berada di sana karena di ajak sang mandor untuk makan siang. Di sanalah Rusli membatin, betapa tak serasinya, tak ada pantasnya dia untukku. Meskipun dia tahu aku mencintainya dengan tulus.
''Dia kan sudah punya calon Mii ... " jawabku akhirnya, yang di sambut dengan tawa dari mereka yang hadir.
Rusli berbohong tentang Asih, tentang alasan pulang diam-diam. Rupanya memang bukan Ryan yang mengancamnya namun ketika Rusli tak sengaja melihatku dan Ryan makan bersama di salah satu restorant sederhana di area perkantoranku dan Rusli berada di sana karena di ajak sang mandor untuk makan siang. Di sanalah Rusli membatin, betapa tak serasinya, tak ada pantasnya dia untukku. Meskipun dia tahu aku mencintainya dengan tulus.
''Kenapa kamu berbohong.?'' aku mulai manja, dengan menyandarkan kepalaku ke bahunya yang kekar.
''Maaf ... ''
''Maaf apa? Mendadak,?'' godaku sambil tetap bersandar. Ribuan bintang di langit malam ini, menjadi saksi berpulangnya rinduku ke tempat di mana dia terlahir. Cinta sejatiku yang selalu sederhana.
''Maaf ... ''
''Maaf apa? Mendadak,?'' godaku sambil tetap bersandar. Ribuan bintang di langit malam ini, menjadi saksi berpulangnya rinduku ke tempat di mana dia terlahir. Cinta sejatiku yang selalu sederhana.
_Tulisan ini di ikut sertakan dalam event "Keping Hati" bersama mbak Rina Rinz, dkk.
Wednesday, 28 May 2014
Little Drop Of Poison| Twiggy Frostbite
*Little Drop Of Poison*
I like my town with a little drop of poison
Nobody knows they're lining up to go insane
I'm all alone, I smoke my friends down to the filter
But I feel much cleaner after it rains
She left in the fall, that's her picture on the wall
She always had that little drop of poison
She left in the fall, that's her picture on the wall
She always had that little drop of poison
Did the devil make the world while God was sleeping
Someone said you'll never get a wish from a bone
Another wrong goodbye and a hundred sailors
That deep blue sky is my home
She left in the fall, that's her picture on the wall
She always had that little drop of poison
She left in the fall, that's her picture on the wall
She always had that little drop of poison
A rat always knows when he's in with weasels
Here you lose a little every day
I remember when a million was a million
They all have ways to make you pay
They all have ways to make you pay
Nobody knows they're lining up to go insane
I'm all alone, I smoke my friends down to the filter
But I feel much cleaner after it rains
She left in the fall, that's her picture on the wall
She always had that little drop of poison
She left in the fall, that's her picture on the wall
She always had that little drop of poison
Did the devil make the world while God was sleeping
Someone said you'll never get a wish from a bone
Another wrong goodbye and a hundred sailors
That deep blue sky is my home
She left in the fall, that's her picture on the wall
She always had that little drop of poison
She left in the fall, that's her picture on the wall
She always had that little drop of poison
A rat always knows when he's in with weasels
Here you lose a little every day
I remember when a million was a million
They all have ways to make you pay
They all have ways to make you pay
Tuesday, 27 May 2014
Nyanyian Hati Yang Terluka
Dear, pagi ...
Betapa bersyukurnya saat jemariku masih menari bersama pena yang tak lelah menemaniku.
Semalam lilin bercerita, jika pengorbanannya tak pernah ia sesali.
Karena redup yang pernah ia beri meneranginya hingga sang surya datang kembali.
Berbicara tentang cinta sejati seperti yang tertulis di beratus-ratus novel.
Aku adalah salah satunya yang ingin bercerita tentang cinta sejati itu, meski hanya cerita, sebatas cerita. Tuhan ... mengapa meski terjadi semua ini?
Atau mungkin tak harus aku permasalahkan lagi.
Bayangan itu samar-samar menghilang, menjauh, mengikuti hembusan angin yang lelah bersamaku. Membawa sekeping hati yang menangis, kehilangan.
Tuhan ... peluklah aku sebentar saja.
Peluklah raga yang lelah dimainkan cinta.
Mengapa?
Zahraa senja, 28 May 2014
Betapa bersyukurnya saat jemariku masih menari bersama pena yang tak lelah menemaniku.
Semalam lilin bercerita, jika pengorbanannya tak pernah ia sesali.
Karena redup yang pernah ia beri meneranginya hingga sang surya datang kembali.
Berbicara tentang cinta sejati seperti yang tertulis di beratus-ratus novel.
Aku adalah salah satunya yang ingin bercerita tentang cinta sejati itu, meski hanya cerita, sebatas cerita. Tuhan ... mengapa meski terjadi semua ini?
Atau mungkin tak harus aku permasalahkan lagi.
Bayangan itu samar-samar menghilang, menjauh, mengikuti hembusan angin yang lelah bersamaku. Membawa sekeping hati yang menangis, kehilangan.
Tuhan ... peluklah aku sebentar saja.
Peluklah raga yang lelah dimainkan cinta.
Mengapa?
Zahraa senja, 28 May 2014
Tuesday, 13 May 2014
MENGGANTI BLOG TEMPLATE? GAMPANG ...!
Pasti bosen dengan tampilan blog yang gitu-gitu aja.
Layaknya rumah, blog kita adalah tempat tinggal yang mesti didekorasi dengan sedemikian indahnya.
Buat apa? Yaa biar betah. Hehehe ... meskipun blog nya masih free, gak ada salahnya menghiasi rumah sederhana kita dengan secantik-cantiknya.
Di bawah ini adalah langkah mudah mengganti template blog:
Pertama: log in ke blog . Klik Dasboard , lalu klik settings di ujung bawah kiri blog. Pilih edit HTML.
Kedua: Cari di google search ( pencarian ) situs web yang menyediakan blogger template free download. Akan muncul beberapa situs dengan berbagai macam template. Pilih salah satu sesuai dengan yang kalian suka. Klik download.
Ketiga : Buka file template yang sudah didownload dengan notepad. Klik 'select all' kemudian 'copy'
Keempat : Kembali ke blog dasboard yang akan diedit. Klick 'select all' pada kolom element syntax kemudian 'delete' . Klik ' paste' untuk menggantikan semua kode-kode syntax yang sudah dihapus dengan syntax yang sudah kita copy dari notepad.
Langkah terakhir : Klik save dan view your blog!
Hope you succesfull :) Good Luck !
Layaknya rumah, blog kita adalah tempat tinggal yang mesti didekorasi dengan sedemikian indahnya.
Buat apa? Yaa biar betah. Hehehe ... meskipun blog nya masih free, gak ada salahnya menghiasi rumah sederhana kita dengan secantik-cantiknya.
Di bawah ini adalah langkah mudah mengganti template blog:
Pertama: log in ke blog . Klik Dasboard , lalu klik settings di ujung bawah kiri blog. Pilih edit HTML.
Kedua: Cari di google search ( pencarian ) situs web yang menyediakan blogger template free download. Akan muncul beberapa situs dengan berbagai macam template. Pilih salah satu sesuai dengan yang kalian suka. Klik download.
Ketiga : Buka file template yang sudah didownload dengan notepad. Klik 'select all' kemudian 'copy'
Keempat : Kembali ke blog dasboard yang akan diedit. Klick 'select all' pada kolom element syntax kemudian 'delete' . Klik ' paste' untuk menggantikan semua kode-kode syntax yang sudah dihapus dengan syntax yang sudah kita copy dari notepad.
Langkah terakhir : Klik save dan view your blog!
Hope you succesfull :) Good Luck !
TIPS MENGENCANGKAN KULIT WAJAH
Pengen punya kulit wajah yang kencang dan halus tanpa harus berurusan dengan salon?
Gampang. Yuk ikuti cara-caranya, simple dan tak banyak memakan biaya.
Bahannya, cukup saja dengan Teh yang di inapkan semalam.
Wah, gak ngerti akh. Apa itu diinapkan?
Seduh teh di malam hari sebelum tidur. Tutup, agar tak ada debu yang masuk ke dalam teh. Pagi harinya, barulah dipakai untuk cuci muka.
APA CUMA AIRNYA SAJA YANG BERMANFAAT?
Tidak, ladies. Bubuk tehnya pun sangat bermanfaat. Gunakan sebagai masker dan diamkan di wajah selama 10 menit. Rasakan sensasinya :) . Kulit wajah akan terasa lebih kencang dan halus. Bahkan untuk sebagian wanita masker bubuk teh juga bisa memutihkan lho. *Efek ini tidak sama resultnya bagi semua wanita. Jangan ngambek kalau misal ada yang mencoba dan enggak putih-putih seperti result yang saya katakan, hehehe ...
Selamat mencoba ya ... semoga bermanfaat.
Gampang. Yuk ikuti cara-caranya, simple dan tak banyak memakan biaya.
Bahannya, cukup saja dengan Teh yang di inapkan semalam.
Wah, gak ngerti akh. Apa itu diinapkan?
Seduh teh di malam hari sebelum tidur. Tutup, agar tak ada debu yang masuk ke dalam teh. Pagi harinya, barulah dipakai untuk cuci muka.
APA CUMA AIRNYA SAJA YANG BERMANFAAT?
Tidak, ladies. Bubuk tehnya pun sangat bermanfaat. Gunakan sebagai masker dan diamkan di wajah selama 10 menit. Rasakan sensasinya :) . Kulit wajah akan terasa lebih kencang dan halus. Bahkan untuk sebagian wanita masker bubuk teh juga bisa memutihkan lho. *Efek ini tidak sama resultnya bagi semua wanita. Jangan ngambek kalau misal ada yang mencoba dan enggak putih-putih seperti result yang saya katakan, hehehe ...
Selamat mencoba ya ... semoga bermanfaat.
SAKIT HATI KETIKA AWAL BELAJAR MENULIS CERPEN.
Hehehe, ... cuma bisa tertawa depan laptopku yang sudah mulai rajin ngadatnya.
Setiap hari, aku mencoba untuk tetap menulis. Menganggap ini adalah kebutuhan sehari-hariku. Jika tak menulis, maka seperti tak makan. Laparrrr ... dan harus makan.
| www.wiseinkblog.com |
Menulis adalah hobbyku semenjak SD. Ketika di SMP mulai terbiasa dengan mengikuti lomba. Sayangnya cerpen pertamaku di tolak dipajang di Mading oleh Pengurus Mading sialan. Ya ... emang sialan, karena dari hari ke hari hanya tulisan staffnya saja yang berjejer, hanya dari orang-orang berkelas saja yang ditampilkan meskipun itu karya nya sampah, alias gak bermutu.
Banyak karya yang oleh Guru diapresiasi dengan baik, namun begitu tiba ke pengurus Mading, dengan seenaknya di sisihkan. Not qualified. Hah, ... sangat menyebalkan.
Nama-nama itu ditulis di hati, namanya tercantum di otak hingga detik ini. Hinaan dan celaan pada karya pertamaku itu benar-benar membuatku marah. Meskipun pada akhirnya karyaku menang sebagai juara pertama di Lomba HARDIKNAS. Tak urung juga niatku untuk membalas dendam.
Ini hanya kenangan, dan kenangan yang membuat aku harus lebih baik lagi. Tapi mungkin saja ini pelajaran yang bagus, jika sewaktu-waktu mengirimkan naskah ke redaksi dan ditolak mentah-mentah. Semoga saja tidak kejadian. Hehe ... Salam Pena.
Zahraa Senjaa.
Monday, 12 May 2014
Hikmah Membaca Kisah Inspiratif dari Novel
Setelah membaca buku *Asslamualaikum Beijing & Sakinah Bersamamu karya Bunda : Asma Nadia*
Kepala sebenarnya terasa berat, Mag yang kambuh dibarengi migrain membuat obat yang kuminum sama sekali gak ada reaksi apapun. Kemudian mencoba alternatif lain dengan membuat mie instant yang super pedas juga hasilnya nihil, gara-gara cabenya ternyata cabe muda.
Kesal. Migrain semakin mengganggu.
Teringat kemarin 7 buku best seller sudah masuk ke kamarku. Ah, saatnya membaca lagi. Jika kemaren mood naik turun dengan kisahnya Dewa dan Ra, kali ini tersenyum-tersenyum sendiri dengan dua cerpen yang baru selesai dilahap dari *Sakinah Bersamamu.
Teringat kemarin 7 buku best seller sudah masuk ke kamarku. Ah, saatnya membaca lagi. Jika kemaren mood naik turun dengan kisahnya Dewa dan Ra, kali ini tersenyum-tersenyum sendiri dengan dua cerpen yang baru selesai dilahap dari *Sakinah Bersamamu.
Aku sudah lama mendambakan berbagai macam dialog bersama suamiku nanti. Juga tentang khayalan punya anak dan masalah seputar rumah tangga lainnya. Meskipun harapan yang mirip dengan PLN mati-hidup, mati-hidup ini kadang membuatku emosi juga.
Bagaimana tidak, berulang kali aku dijatuhkan cinta! Seenaknya saja orang-orang itu datang dan pergi. Tapi kadang terpikir jika mungkin ini salahku. Mirip taman kota, indah sih iya, nyaman untuk dikunjungi. Disinggahi. Tapi ya begitu ... singgah sebentar, refreshing, kemudian pulang ke tempat masing-masing.
Sempat jatuh dari tempat paling tinggi.
Yaitu gagal menikah! Sakit iya ... tapi memang harus tabah seperti Ra. Karena yang terbaik itu akan datang. Dan sesakit apapun tak perlu di elu-elukan lagi. Cukuplah menjadi pelajaran.
Yaitu gagal menikah! Sakit iya ... tapi memang harus tabah seperti Ra. Karena yang terbaik itu akan datang. Dan sesakit apapun tak perlu di elu-elukan lagi. Cukuplah menjadi pelajaran.
Kini, dua kisah pertama di *Sakinah bersamamu membuat aku tercengan. Merenung. Kemudian tiba-tiba merasa kangen pada seseorang yang selalu kuanggap terlalu cuek, dingin, susah cerita dan sama sekali tak memperhatikan aku. Bahkan mungkin tak pernah benar-benar menginginkan aku menjadi istrinya nanti.
Padahal beribu harapan sudah aku sampaikan padanya, selain kepada Allah tentunya. Hanya satu yang dia respon dengan baik yaitu nama calon anak. Karena maunya sih ketika menikah nanti ya secepatnya saja dikasih kepercyaan buat punya anak. Hehehe ...(menikah saja belum) padahal hubungan ini lebih banyak dilalui dengan LDR karena cinta kami beda pulau. Bahkan sekarang terpaksa beda benua ... hiks!
Aku kangen sikapnya yang cuek. Tak lebih. Namun damai saat merasa berada diantara kasih sayangnya. Kadang pikiran 'gak mungkin bersatu, dia itu terlalu cuek. Gak peduli. Gak peka. Gak suka cerita. Gak banyak waktu buat orang secerewet aku.' Tapi setelah membaca Novel dan cerpen-cerpen luar biasa tadi, aku bisa tersenyum bahagia.
Tak semestinya aku takut dengan perbedaan karakter, cinta jarak jauh, dan luka saat Allah memberikan pilihan lain. Terima kasih Bunda Asma Nadia yang sudah memberikan karya terbaik di bumi Allah ini. Saya adalah satunya yang terharu dan sadar melalui kisah inspiratif yang diceritakan dengan tulisan seindah itu.
Friday, 9 May 2014
JIKA KAMU KURANG TIDUR, ...
Tidur adalah salah satu kebutuhan primer manusia. Minimalnya orang dewasa dianjurkan tidur selama 8 jam. Sayangnya tidak sedikit manusia yang kurang mengerti akan keharusan memenuhi kebutuhan tidur ini dengan baik. Ya, termasuk yang punya blog ini!Dan aku tidak akan menceritakan siapapun di sini, bahwa kurangnya tidur/istirahat itu sama dengan menyiksa diri secara perlahan ke tahap yang lebih serius, bahkan bisa secepatnya menjemput maut. Ngeri bukan? Nah dari itulah mengapa kita harus cukup waktu untuk tidur dan beristirahat. Karena tubuh kita pun butuh jeda, agar tetap terjaga stamina tubuhnya selain dari menkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.
Apa saja yang terjadi saat tubuh kita tidak cukup waktu untuk beristirahat/tidur? Tentu saja, badan akan loyo, tak bergairah, menimbulkan pusing dan sakit kepala, bahkan tak jarang sebagian dari mereka terkena demam setelah begadang semalaman. Selain itu, kulit juga akan tampak kering dan kusam. Wajah pucat akan menjadi reward paling menonjol untuk para manusia yang sering begadang dan tak memperhatikan waktu untuk istirahat di waktu lainnya.
Selain itu tukang begadang rentan dengan penyakit. Mereka akan lebih mudah sakit-sakitan akibat sistem imun yang tidak kebal lagi. Tanpa istirahat yang cukup, sistem metabolisme dalam tubuh pun otomatis akan terganggu. Ketidaklancaranya ini lah yang kemudian membuat tubuh kita mudah di singgahi berbagai macam virus. Jadi, sayangilah tubuhmu, tidurlah yang cukup.
Wednesday, 7 May 2014
High Quality Move On
Baru saja putus cinta ... dan bayangan si dia masih melekat bagai perangko di matamu? Jangan galau ladies ... aku siap berbagi cara cepat melupakan mantan. Apalagi jika cuma 'Mantan Sialan'. Gampang sekali ... !
Ketiga: Usahakan lebih ceria, lebih cantik, lebih manis dari sebelumnya. Tapi ingat ... jangan stalking di timeline mantan ya ... apalagi photo selfie yang dibela-belain diedit di hp teman biar lebih keren kemudian di upload ke Facebook, twitter dll, di tag sana-sini untuk mendapat like dan komentar. Don't do it ... mantan bisa meradang dengan hinaan baru "Promosi nih yeee ... produk lama on sale!'' Bisa sakit'kan kalau sampai diejek mantan seperti tadi. Terus gimana dong? Gampang ... biarkan orang lain saja yang melihat kamu tambah cantik nantinya lambat-laun si mantan bakal mendengar kok tentang kamu, hehehe ... dan dia akan penasaran dan mencarimu untuk membuktikan. Nah kalau memang kabarnya benar ... bukan dari gambar editan, dia pasti menyesal.
Memang sih, tidak semua ladies yang baca tulisan ini bisa dengan mudah melenggang meninggalkan kenangan lamanya yang mungkin saja teramat berharga. Tapi ingat, semua kembali kepada Tuhan yang selalu menginginkan kita mendapat yang terbaik. Jika memang pacar kita itu sudah harus berganti statusnya dalam hidup kita menjadi mantan, ya sudahlah ... relakan. I know it's hard ... but just let it be.
Well ... mari fokus ke masalah melupakan mantan, hehehe ... jangan lupa untuk diikuti sesuai anjuran ya ladies, biar hasilnya wow ... dan yang terpenting si mantan menyesal. Meskipun misalkan nih yaa ... kita yang ngajak putus ... jangan sampai menjilat lidah yang terbuang. Nah, apalagi jika ternyata kita yang diputuskan, ditinggalkan tanpa sebab tanpa alasan ... dan yang lebih lebih sakit lagi jika alasannya jelas, demi wanita lain misalkan, wahh ... kalau perlu kita mutilasi saja keduanya. Lol ... abaikan kalimat terkahir ya ladies. Stay cool and always pretty, just let be smart, and move on.
Okay, lemme begin: pertama setelah putus ... stop mendengarkan lagu yang menjadi favorite kalian semasa masih pacaran. Kenapa? karena irama dan lagunya akan berubah 99% menjadi virus pemicu air mata. Gak percaya ...? Coba saja, jangan salahkan aku kalau tiba-tiba akan menangis.
Kedua: setelah putus jangan coba-coba untuk berpura-pura happy dengan gebetan baru. Tapi happy lah dengan pilihan single yang berkelas. Contoh: Tetap semangat tanpa embel-embel karena si a yang lebih keren, si b yang lebih cool, karena si c yang lebih pengertian, apalagi si d yang bisa ngasih ini-itu. Nanti malah kamu dikira matre dan sebagainya.
Keempat: be an Angel. Ah masa iya sih mesti jadi angel atau malaikat? maksudnya berusah lebih baik, lebih bijaksana, lebih banyak bantuin orang lain. Bukan untuk pamer ... tapi untuk menjemput yang lebih baik. Ahh, yang bener? Gak percaya ... silahkan dicoba. Jadilah seoarang sosialita meskipun kecil-kecilan, dijamin deh bakalan ketemu sama orang yang baik dan dermawan pula. Masa iya sih? Yaa ... masa iya ada orang kikir ikut kegiatan sosial? kalaupun ada biasanya tingkahnya berbeda. Untuk hal ini ... aku percaya sama ladies sekalian, be smart ya!
Kelima: Jangan coba-coba menyimpan barang-barang yang pernah dia berikan, hancur dan musnahkan segera, sekalipun itu cincin diamond. Eittsss ... be smart lagi ya ladies. Untuk Cincin diamond dan barang mahal lainnya ya dijual saja, hehehe ... kan bisa dibelikan barang baru atau misal disumbangkan ke panti asuhan. Kayaknya yang begitu tuh Zaskia Gotik ya ...? Lah, kok jadi ke dia sih.
Keenam: Jangan pernah ngomongin mantan sama temen dekatnya atau temanmu. Ntar bisa booming dan sounding ke mana-mana. Kalau gak kuat pengen curhat mending nyari kenalan bule, terus ajak curhat, dijamin penat dan kesal hilang. Ya kalau gak hilang kemungkinan akan bertambah pusingnya soalnya bahasa kalian berbeda ... wkwkwkwk. Tapi beneran deh, gak usah cerita tentang mantanmu pada orang-orang di sekitarmu. Tulis di diary saja ya ladies ... itu lebih aman asal jangan sampai diarynya dicuri orang.
Point terakhir: alias ke tujuh, jangan lupa do'akan dirimu sendiri di setiap waktu. Yaa kalau minta do'a dari orang lain kan belum tentu ikhlas apalagi kalau lewat status facebook, misalkan '' Do'ain ya teman-teman. Biar aku cepet move on, cepet dapet yang baru yang lebih baik dari dia, aamiin '' yang baca belum tentu do'anya sesuai request kamu. Bisa aja ada yang jail ngedo'ainnya kebalik, terus dikabulkan sama Tuhan, kan bahaya banget. Jadi gak usah minta do'a sama yang lain. Pray for yourself in quite private place, that would be better than praying on facebook.
Nah, selamat mencoba ya ladies ... semoga berhasil. Ingat ... mantan adalah baju yang enggak terpakai lagi, enggak suite lagi, daripada mubazir ya ikhlaskan buat yang butuh. Tapi jangan takabur apalagi berkoar " Pake aja, bekasssss gueeee ... '' nah kan kamu juga bekas, iya'kan?
Let be smart ^_^ keep pretty ^_^
Let be smart ^_^ keep pretty ^_^
My Life | My Coffee | My Inspiration | My Disaster
Jauh-jauh dari kopi itu sulit. Meskipun sudah banyak yang mengingatkanku untuk mulai berhenti meminumnya, tetap saja tak bisa.
Setiap hari, pagiku diawali dengan kopi. Pun begitu saat malam menjelang, kopi menjadi pengantar tidurku. Sebenarnya aku sudah merasakan efeknya yang tak baik. Penyakit lambungku sudah tak bisa diajak damai. Seringnya menyiksaku tanpa jeda.
Menurut beberapa hasil eksperimen kopi memang ada sisi baiknya. Selain memberikan rasa relax dalam aromanya yang harum, juga menyegarkan pikiran. Oleh karenanya, kopi kadang menjadi andalan buat para insan yang notabene melek di malam hari. Mereka yakin dan percaya, bahwa kopi bisa menghilangkan rasa kantuk dan membuat pikiran tetap segar meskipun di malam hari.
Kopi juga banyak jenisnya. Di antaranya, kopi hitam (pahit) tanpa gula. Kopi jenis ini disukai sekelompok orang saja yang anti gula. Sejenis Espresso single yang jarang diminum kalangan muda. Hati-hati saja bagi orang yang mempunyai penyakit asam lambung sepertiku, Espresso single bisa mengundang kesakitan yang teramat sangat dalam sekejap. Makanya, meskipun aku gila kopi, pilihanku adalah cream coffee, seperti nescafe, latte, Moca.
Kopi menjadi bagian dari hidupku, apalagi ketika masa single diperpanjang oleh Tuhan. Biasanya kopi adalah teman galauku, teman di kala sedih dan gembira. Dengan kopi juga, aku menemukan berbagai ide. Termasuk ide konyol menulis tentang kopi ini. Meskipun akhir-akhir aku mulai merasakan efek buruknya.
Tentang kopi ... tak akan ada habisnya jika aku tuliskan. So just enjoy your coffee, while you are still available for it.
Setiap hari, pagiku diawali dengan kopi. Pun begitu saat malam menjelang, kopi menjadi pengantar tidurku. Sebenarnya aku sudah merasakan efeknya yang tak baik. Penyakit lambungku sudah tak bisa diajak damai. Seringnya menyiksaku tanpa jeda.
Menurut beberapa hasil eksperimen kopi memang ada sisi baiknya. Selain memberikan rasa relax dalam aromanya yang harum, juga menyegarkan pikiran. Oleh karenanya, kopi kadang menjadi andalan buat para insan yang notabene melek di malam hari. Mereka yakin dan percaya, bahwa kopi bisa menghilangkan rasa kantuk dan membuat pikiran tetap segar meskipun di malam hari.Kopi juga banyak jenisnya. Di antaranya, kopi hitam (pahit) tanpa gula. Kopi jenis ini disukai sekelompok orang saja yang anti gula. Sejenis Espresso single yang jarang diminum kalangan muda. Hati-hati saja bagi orang yang mempunyai penyakit asam lambung sepertiku, Espresso single bisa mengundang kesakitan yang teramat sangat dalam sekejap. Makanya, meskipun aku gila kopi, pilihanku adalah cream coffee, seperti nescafe, latte, Moca.
Kopi menjadi bagian dari hidupku, apalagi ketika masa single diperpanjang oleh Tuhan. Biasanya kopi adalah teman galauku, teman di kala sedih dan gembira. Dengan kopi juga, aku menemukan berbagai ide. Termasuk ide konyol menulis tentang kopi ini. Meskipun akhir-akhir aku mulai merasakan efek buruknya.
Tentang kopi ... tak akan ada habisnya jika aku tuliskan. So just enjoy your coffee, while you are still available for it.
Monday, 5 May 2014
-- THE DAY DREAMING, YOUNG ME --
BEBAS OR FREE or ... just that! Aku wanita biasa, seorang migrant worker yang gak ada bedanya dari ribuan mereka di sana ( rough ). Tapi bagaimana pun, karena Tuhan menciptakan aku sesempurna mungkin, dengan sepenuh hati aku mensukuri keadaanku ini.
Oh, ya ... di sini aku bebas. Bebas menulis tentunya tanpa harus pusing dengan koneksi internet. Namun kadang kebebasanku ini tak bermanfaat, saat mood menulis jatuh ke dasar jurang malas yang terdalam, maka tak ada yang bisa dituliskan meskipun waktu untuk menulis begitu luang.
Tentang aku, ada photo yang akan mendeskripsikan 'aku' bersama sepotong cita-cita yang rapuh. Ya ... sangat rapuh. Tak seindah mimpi yang hadir di malam-malam itu, takdirku adalah mimpi buruk yang datang nyata begitu saja.
Sewaktu kecil, ingin sekali jadi artis! Idolaku adalah Tina Toon. Lagu 'Bolo-Bolo' nya dinyanyikan siang dan malam di mana pun aku berada. Hingga teman-teman bosan dan komplain, tapi tak peduli. Yang penting, ketika aku menyanyikan lagu itu, perasaan senang dan bahagia selalu datang. Dengan modal cermin lemari di kamar Ibu dan colek nasi, aku merasa jadi artis cilik beneran. Semua gaya-gaya Tina Toon saat menyanyi aku tiru, yaa ... sampai monyong-monyongnya saja ditiru sebaik mungkin. Hanya satu hal saja yang tak bisa ditiru, yaitu gendutnya. Tubuh artis cilik kampung asri ini kurus, kucel. Beda dengan Tina yang montok dan putih bersih menggemaskan.
Kala itu, belum tahu jika ada selebritis cantik bernama Angelina jolie, Britney Spears, Beyonce, Jenifer L, dan yang lainnya. Bahkan lelaki tertampan saja masih hanya anak pak RT, tidak tahu jika ada Brad, Leonardo dan Adam. Tapi hidupku terasa aman bahagia, berada di antara kedua lengan orang tua yang tak henti menghukumn tapi tak membuatku jera. Sebagai anak nakal dan ceroboh, ceramah Ibu adalah wajib di pagi, siang dan sore hari, bahkan ada tambahan ceramah malam jika masih saja ada yang membuat Beliau kesal. Mom, miss you ( udah mulai pinter pake bahasa Inggris, hehe ... )
Sayangnya ... cita-cita jadi artis tak pernah kesampaian, walau kadang-kadang ada perasaan kecewa tapi aku tetap bersyukur. Mungkin ini yang terbaik dari Allah, hehehe ... apapun jadinya kini, aku tetap bahagia. Masih bernafas dengan lega hingga detik ini. Kadang sesak sih, tapi biasanya hanya karena sesuatu yang mudah diganti seperti putus sandal jepit, baju butut yang ketinggalan jaman, gadget yang mulai sering hung. Satu lagi ... men in black*list.
Oh, ya ... di sini aku bebas. Bebas menulis tentunya tanpa harus pusing dengan koneksi internet. Namun kadang kebebasanku ini tak bermanfaat, saat mood menulis jatuh ke dasar jurang malas yang terdalam, maka tak ada yang bisa dituliskan meskipun waktu untuk menulis begitu luang.
Tentang aku, ada photo yang akan mendeskripsikan 'aku' bersama sepotong cita-cita yang rapuh. Ya ... sangat rapuh. Tak seindah mimpi yang hadir di malam-malam itu, takdirku adalah mimpi buruk yang datang nyata begitu saja.
Sewaktu kecil, ingin sekali jadi artis! Idolaku adalah Tina Toon. Lagu 'Bolo-Bolo' nya dinyanyikan siang dan malam di mana pun aku berada. Hingga teman-teman bosan dan komplain, tapi tak peduli. Yang penting, ketika aku menyanyikan lagu itu, perasaan senang dan bahagia selalu datang. Dengan modal cermin lemari di kamar Ibu dan colek nasi, aku merasa jadi artis cilik beneran. Semua gaya-gaya Tina Toon saat menyanyi aku tiru, yaa ... sampai monyong-monyongnya saja ditiru sebaik mungkin. Hanya satu hal saja yang tak bisa ditiru, yaitu gendutnya. Tubuh artis cilik kampung asri ini kurus, kucel. Beda dengan Tina yang montok dan putih bersih menggemaskan.
Kala itu, belum tahu jika ada selebritis cantik bernama Angelina jolie, Britney Spears, Beyonce, Jenifer L, dan yang lainnya. Bahkan lelaki tertampan saja masih hanya anak pak RT, tidak tahu jika ada Brad, Leonardo dan Adam. Tapi hidupku terasa aman bahagia, berada di antara kedua lengan orang tua yang tak henti menghukumn tapi tak membuatku jera. Sebagai anak nakal dan ceroboh, ceramah Ibu adalah wajib di pagi, siang dan sore hari, bahkan ada tambahan ceramah malam jika masih saja ada yang membuat Beliau kesal. Mom, miss you ( udah mulai pinter pake bahasa Inggris, hehe ... )
Sayangnya ... cita-cita jadi artis tak pernah kesampaian, walau kadang-kadang ada perasaan kecewa tapi aku tetap bersyukur. Mungkin ini yang terbaik dari Allah, hehehe ... apapun jadinya kini, aku tetap bahagia. Masih bernafas dengan lega hingga detik ini. Kadang sesak sih, tapi biasanya hanya karena sesuatu yang mudah diganti seperti putus sandal jepit, baju butut yang ketinggalan jaman, gadget yang mulai sering hung. Satu lagi ... men in black*list.
Sunday, 4 May 2014
Sweet Escape
Penat, pusing, jenuh, kesal ...!
Malam ini sepertinya malam pertama untuk mengawali peperangan dengan yang namanya ' Malas '
Setiap kali ada event menulis di group, tangan cepat mengetik ' Daftar ' di kolom komentar, setelah itu pura-pura lupa. Memalukan bukan? Ya ... memalukan sekali.
Galau adalah salah satu penyebabnya. Apaaaa ...? Sadly, but yes! Sering kali galau membuat mood untuk menulis naik turun tujuh lembah tujuh sungai. Banyak ide, banyak cerita, berlompatan di kepala, tak sopan namun jika diikuti kemauannya, dia akan menguntungkanmu. Tapi sudahlah, si pemalas ya pemalas.
Malam ini, ditemani dengan lagu-lagu yang dibawakan oleh Caitlin Hart. Suaranya yang merdu, dengan musik yang sederhana atau kadang lebih keren dibanding dengan musik dari musisi aslinya. Rasanya tak ingin berhenti menulis, biarlah malam ini aku melarikan diri dari si 'galau.
Tonight gonna be my sweet escape, from my real word to the imagine.
Seharian mengumpulkan sumpah seraapah, kata-kata hati yang tak lagi bersahabat dengan sisi lembutku. Pekerjaan yang menumpuk, dan masalah yang mulai tumbuh menjamur padi. Seakan sehari semalam yang aku punya hanya delapan belas jam. Seminggu hanya lima hari. Apa-apa yang direncanakan seringnya gagal mengenaskan.
''Hei, girl ...! Look at you!'' another piece of me, mencoba mengusik hati. Hahaha, ... seperti biasa dia mulai mengajak galau lagi. Merayu-rayu agar tak menulis lagi. Sorry, tonight I'm strong enough. Even my baby was not here right now, but yesterday he's said that I'm the only girl in his life. I guess, he's lying, but whatever ...!
Lama-lama, tulisan ini semakin gak jelas. Berantakan ... tak beraturan. Tapi daripada tidak menulis, yaa lebih baik menulis walaupun hanya kata-kata yang membingungkan banyak orang. Bisa jadi membingungkan jika dibaca, kalau dilewat saja ya dijamin tak akan bingung atau apapun.
Whatever you say, it's doesn't matter. This is my sweet escape from GALAU.
Malam ini sepertinya malam pertama untuk mengawali peperangan dengan yang namanya ' Malas '
Setiap kali ada event menulis di group, tangan cepat mengetik ' Daftar ' di kolom komentar, setelah itu pura-pura lupa. Memalukan bukan? Ya ... memalukan sekali.
Galau adalah salah satu penyebabnya. Apaaaa ...? Sadly, but yes! Sering kali galau membuat mood untuk menulis naik turun tujuh lembah tujuh sungai. Banyak ide, banyak cerita, berlompatan di kepala, tak sopan namun jika diikuti kemauannya, dia akan menguntungkanmu. Tapi sudahlah, si pemalas ya pemalas.
Malam ini, ditemani dengan lagu-lagu yang dibawakan oleh Caitlin Hart. Suaranya yang merdu, dengan musik yang sederhana atau kadang lebih keren dibanding dengan musik dari musisi aslinya. Rasanya tak ingin berhenti menulis, biarlah malam ini aku melarikan diri dari si 'galau.
Tonight gonna be my sweet escape, from my real word to the imagine.
Seharian mengumpulkan sumpah seraapah, kata-kata hati yang tak lagi bersahabat dengan sisi lembutku. Pekerjaan yang menumpuk, dan masalah yang mulai tumbuh menjamur padi. Seakan sehari semalam yang aku punya hanya delapan belas jam. Seminggu hanya lima hari. Apa-apa yang direncanakan seringnya gagal mengenaskan.
''Hei, girl ...! Look at you!'' another piece of me, mencoba mengusik hati. Hahaha, ... seperti biasa dia mulai mengajak galau lagi. Merayu-rayu agar tak menulis lagi. Sorry, tonight I'm strong enough. Even my baby was not here right now, but yesterday he's said that I'm the only girl in his life. I guess, he's lying, but whatever ...!
Lama-lama, tulisan ini semakin gak jelas. Berantakan ... tak beraturan. Tapi daripada tidak menulis, yaa lebih baik menulis walaupun hanya kata-kata yang membingungkan banyak orang. Bisa jadi membingungkan jika dibaca, kalau dilewat saja ya dijamin tak akan bingung atau apapun.
Whatever you say, it's doesn't matter. This is my sweet escape from GALAU.
Diary Si Vegetarian ( KEPAKSA )
Really annoying ...!
Dengan setengah hati memasukan salad itu ke mulut, aku tahu ini sangat menyedihkan ... ketika perut lapar to the max, yang harus disantap adalah seonggok sayuran mentah. Ada sih hadiahnya, satu buah pisang, heuu ...
Mencoba se-relax mungkin.
Biar ada ruhnya gitu, ( seperti mau bikin cerpen aja, hihihi ... ) duduk manis menatap semangkuk salad, kemudian memperindah suasana dengan lagu-lagu koleksi favorit dari music gallery di handphone. Tak apalah kalau pun harus setengah jam di sini, kalau suasananya seperti di lounge British air ways.
Pura-pura biasa ... yepp ...! pasti bisa, ini demi masa depan. Bukannya mau jadi ibu hamil? Kemudian melahirkan, hamil lagi, melahirkan, hamil lagi, melahirkan.... aamiin. Hello bebz, please support me, muuaachh ...!
Tapi menu ini menu forever. Hah? Iya forever. Kan mau sehat, mau langsing, mau tetep awet muda ( kalau untuk awet muda, ada tambahan infonya ). Now, are you ready to make a deal with your own choice? ( Mematung, galau )
Tak seindah malam kemarin. Ketika makan malam dengan semangkuk mie pedes, kemudian tergoda nasi putih dan orek tempe + tumis kacang, eeh Ikan bawal juga. Semua terasa ringan saat dimakan, baru terasa berat saat sepertiga malam meringis-ringis kesakitan. Huhuhu ... betapa tersiksanya.
AKHIRNYA ... lamunan harus buyar, ketika tiba-tiba si 'friend yang tidak mengerti masalahku ini, duduk manis di depanku dengan sepiring nasi putih, dua butir telor rebus, tumis kangkung, dan goreng ayam!!!!
TIDAKKKKKKKKK ...!!!
*Also posted in Komunitas Bisa Menulis ( KBM )
http://www.facebook.com/amore.Gleenda
Dengan setengah hati memasukan salad itu ke mulut, aku tahu ini sangat menyedihkan ... ketika perut lapar to the max, yang harus disantap adalah seonggok sayuran mentah. Ada sih hadiahnya, satu buah pisang, heuu ...
Mencoba se-relax mungkin.
Biar ada ruhnya gitu, ( seperti mau bikin cerpen aja, hihihi ... ) duduk manis menatap semangkuk salad, kemudian memperindah suasana dengan lagu-lagu koleksi favorit dari music gallery di handphone. Tak apalah kalau pun harus setengah jam di sini, kalau suasananya seperti di lounge British air ways.
Pura-pura biasa ... yepp ...! pasti bisa, ini demi masa depan. Bukannya mau jadi ibu hamil? Kemudian melahirkan, hamil lagi, melahirkan, hamil lagi, melahirkan.... aamiin. Hello bebz, please support me, muuaachh ...!
Tapi menu ini menu forever. Hah? Iya forever. Kan mau sehat, mau langsing, mau tetep awet muda ( kalau untuk awet muda, ada tambahan infonya ). Now, are you ready to make a deal with your own choice? ( Mematung, galau )
Tak seindah malam kemarin. Ketika makan malam dengan semangkuk mie pedes, kemudian tergoda nasi putih dan orek tempe + tumis kacang, eeh Ikan bawal juga. Semua terasa ringan saat dimakan, baru terasa berat saat sepertiga malam meringis-ringis kesakitan. Huhuhu ... betapa tersiksanya.
AKHIRNYA ... lamunan harus buyar, ketika tiba-tiba si 'friend yang tidak mengerti masalahku ini, duduk manis di depanku dengan sepiring nasi putih, dua butir telor rebus, tumis kangkung, dan goreng ayam!!!!
TIDAKKKKKKKKK ...!!!
*Also posted in Komunitas Bisa Menulis ( KBM )
http://www.facebook.com/amore.Gleenda
Subscribe to:
Posts (Atom)





