Wednesday, 7 May 2014

My Life | My Coffee | My Inspiration | My Disaster

Jauh-jauh dari kopi itu sulit. Meskipun sudah banyak yang mengingatkanku untuk mulai berhenti meminumnya, tetap saja tak bisa.

Setiap hari, pagiku diawali dengan kopi. Pun begitu saat malam menjelang, kopi menjadi pengantar tidurku. Sebenarnya aku sudah merasakan efeknya yang tak baik. Penyakit lambungku sudah tak bisa diajak damai. Seringnya menyiksaku tanpa jeda.

Menurut beberapa hasil eksperimen kopi memang ada sisi baiknya. Selain memberikan rasa relax dalam aromanya yang harum, juga menyegarkan pikiran. Oleh karenanya, kopi kadang menjadi andalan buat para insan yang notabene melek di malam hari. Mereka yakin dan percaya, bahwa kopi bisa menghilangkan rasa kantuk dan membuat pikiran tetap segar meskipun di malam hari.

Kopi juga banyak jenisnya. Di antaranya, kopi hitam (pahit) tanpa gula. Kopi jenis ini disukai sekelompok orang saja yang anti gula. Sejenis Espresso single yang jarang diminum kalangan muda. Hati-hati saja bagi orang yang mempunyai penyakit asam lambung sepertiku, Espresso single bisa mengundang kesakitan yang teramat sangat dalam sekejap. Makanya, meskipun aku gila kopi, pilihanku adalah cream coffee, seperti nescafe, latte, Moca.

Kopi menjadi bagian dari hidupku, apalagi ketika masa single diperpanjang oleh Tuhan. Biasanya kopi adalah teman galauku, teman di kala sedih dan gembira. Dengan kopi juga, aku menemukan berbagai ide. Termasuk ide konyol menulis tentang kopi ini. Meskipun akhir-akhir aku mulai merasakan efek buruknya.

Tentang kopi ... tak akan ada habisnya jika aku tuliskan. So just enjoy your coffee, while you are still available for it.

No comments:

Post a Comment