Saturday, 30 August 2014

The World is Empty without Mother

Pernah aku mendengar, bahwa jika Ibu sudah pergi maka seluruh kehidupanpun berakhir. Aku tak yakin jika ini terjadi kepada semua orang, tapi saat terjadi itu padaku, aku membenarkannya 100%. Saat Ibu sudah pergi semua kehidupanku serasa terputus, serasa tak ada lagi hal berharga yang mesti aku perjuangkan.

Tak ada lagi semangat kerja seperti saat Ibu masih ada. Serasa gak punya target apapun, tak ada lagi biaya-biaya yang biasanya selalu buat aku semangat dan bertahan dengan pekerjaan yang sekalipun sudah berada pada titik paling jenuh. Tak ada lagi catatan-catatan keuangan yang biasanya tersusun rapi. Sepertinya uang tak berharga seperti saat Ibu masih ada.

Bahkan sempat-sempatnya berpikiran '' Aku ini wanita, nabung banyak-banyak buat apa? Bahagiain pacar? atau calon suami? Gak banget!!!Buat biaya nikah? hah ... serius aja, kalau dia ngajak nikah berarti dia siap dengan segala biaya. Aku kan cewek, harusnya menerima, bukan memberi. Buat masa depan kalau sudah bersuami? Kan ada suami ... tinggal suruh dia yang kerja,toh itu kewajibannya. Buat pergi liburan? Kalau cuma sendirian , kan gak seru ... mau ngajak orang lain, malas bener entar suruh bayarin."

Lucu juga saat alasan-alasan diatas muncul. Menambah malas bekerja, bahkan mikir-mikir mending gak kerja sekalian. Buat apa ..., duniaku seperti berakhir. Uang seperti gak ada gunanya. Urat sadar masih belum sepenuhnya lurus, persendian nikmat saat berkecukupan tanpa membebani orang lain sepertinya masih sakit dan bermasalah. Dan untuk sadar bahwa hidup ini masih indah dengan berbagi ke sesama masih sulit.

Namun perlahan aku coba bangkit dari kesedihan, aku tak tahu ini tak benar. Ada banyak hal yang mesti aku pikirkan, salah satunya adalah Ayah tercinta. Aku masih punya tanggung jawab sebesar tanggung jawabku terhadap almarhumah Ibu. Aku harus berjuang tetap seperti dulu, semangat yang sama saat keduanya masih berdampingan. Bahkan kini aku lebih semangat untuk membahagiakannya dengan keinginan terakhir mereka yang tak sempat Ibu saksikan. Aku ingin menikah :) dan mulai memikirkannya.

Dear Pagi ...

It's Sunday ... iya Minggu ... di mana kebanyakan orang menghabiskannya untuk liburan, atau pun sekedar relax di rumah. Lain hal nya denganku, minggu adalah awal pekan yang harus dilewati penuh semangat. Hari ini, hari pertama masuk kerja ... ( not really feel better ) ngantuk masih menggelayut di mata, akibat kebiasaan bangun siang selama libur panjang.

Bicara tentang semangat, yang seperti angin kadang kencang, kadang sepoi-sepoi dan kadang juga seperti tak ada sama sekali. Semangatku pagi ini? Ya setengah dari yang seharusnya, karena masih merasakan efek malas-malasan.

Mencoba mengingat kembali semua cita-cita dan impian untuk saat ini ke depan. Teringat ke bulan lalu saat semua masalah menerpa seperti badai kencang. Juga kepergian Ibu menghadap sang Pencipta. Rasanya semua itu seperti mimpi yang tak pernah nyata ... namun aku harus rela dihadapkan pada semua kenyataan itu.

Pagi ini aku bersyukur, bisa terbangun dalam keadaan sehat dan sadar. Bisa kembali menata mimpi yang sempat berantakan dan harapan yang terputus. Alhamdulillah ...

Tuesday, 5 August 2014

Love Destiny

Ketika Cinta sejati tak menemukan arah, namun cinta suci berlabuh di dermaga. Hadeuz dan Leamor terpisah, namun Kapten Jack berhasil menemukan mutiaranya dalam diri Leamor.

*PART 1

Sebut saja namanya Leamor. Seorang gadis desa yang jatuh cinta pada pangeran Negeri Langit. Dia bukan saja seorang pangeran yang mewarisi seluruh kekayaan Kakeknya yang penguasa negeri itu, namun juga seorang panglima perang yang handal. Dia tak pernah kalah di medan perang.

"Betapa gagahnya Pangeran Hadeuz, lihatlah!" Bisik Leamor kepada bibi Tien. Bibi Tien adalah pengrajin kain tenun yang sudah dipercaya untuk menyulam kain-kain sutera untuk kerajaan.

"Tentu saja dia gagah. Dia akan menjadi pemimpin negeri ini." Bibi Tien tersenyum melihat aura Leamor yang berbinar tatkala melihat Pangeran Hadeuz melintas di sekitar jalan pedesaan mereka.

"Beruntung sekali putri-putri di sana, yang mungkin saja terpilih menjadi istrinya." Leamor seolah berbisik.

"Jodoh urusan Tuhan, Lea!" Hardik Bibi Tien. "Pulanglah, Ibu mu pasti sudah menunggumu."

Leamor terdiam. Bibi Tien adalah majikannya. Namun Bibi Tien sangat menyayangi Lea. Lea ... begitulah gadis cantik itu dipanggil oleh siapapun yang mengenalnya.

---

"Ibu ..!"

Lea menyibak tirai yang menutup pintu katil Ibunya, terlihat wajah tua itu terlelap pulas. Lea mendekatinya pelan, sejurus kemudian mencium kening yang mulai keriput itu.

"Ah, kau."

"Maafkan aku, telat pulang lagi." Lea berbisik, diusapnya rambut putih mahkota sang Ibu.

"Tak apa. Bibi Tien pasti menahanmu. Aku mengerti dan percaya padanya."

Lea terdiam. Sesungguhnya bukan Bibi Tien. Namun kedatangan pangeran Hadeuz ke desa yang membuat Lea rela pulang malam. Kesempatan untuk ikut mengagumi ketampanan dan kegagahannya. Bukan ia seorang, puluhan gadis lain tadi dalam satu pikiran yang sama.

"Ah ... aku tak pernah bermimpi menjadi seorang putri istana langit. Tapi aku bisa menjadi ratu kelak, dari seorang penguasa samudera."

Lea tak hanya cantik, ia adalah gadis yang pintar. Namun ia menolak menjadi penari, meskipun dengan menjadi penari ia terjamin menjadi bunga diantara hati para lelaki. Bahkan mungkin Pangeran Hadeuz. Musik dan tarian sangat kental di negeri langit.

Siapa menyangka, air laut tak pernah pasang dan ombak meninggi meruntuhkan karang? Meski kecil kemungkinan sesekali hal itu terjadi. Ialah Pangeran Hadeuz yang menaruh hati pada Leamor. Ketika gadis itu dibawa Bibi Tien ke Istana untuk membantunya mengganti kain tirai di Istana.

Namun sejauh ini Sang Pangeran telah dekat dengan salah seorang putri pemanah handal, Erendale. Gadis tangguh yang mahir meluncurkan panah di medan perang. Tak ada cinta terucap, namun Pangeran Hadeuz begitu mengasihinya. Bahkan Erendale bertingkah bak kekasih bagi Pangeran Hadeuz.

"Siapa dia, Bibi?" Pangeran Hadeuz bertanya pada Bibi Tien tanpa mengalihkan pandangannya.

"Maaf yang Mulia. Dia adalah Leamor. Sudah hamba anggap sebagai anak hamba." Bibi Tien menjawab penuh hormat.

"Apakah dia masih bersama keluarganya?"

"Benar, yang Mulia. Ibunya masih ada, namun sudah renta. Dia bekerja padaku semenjak Ayahnya meninggal ketika pasukan Ufuk menyerang desa kami."

"Panggilkan dia ke ruanganku!"

Bibi Tien terkejut. Namun dengan segera ia mengangguk dan bergegas berjalan menemui Leamor yang tengah sibuk mengganti tirai dengan pelayan yang lain.

"Lea, rapihkan bajumu, rambutmu! Pangeran memintamu untuk ke ruangannya!" Bibi Tien berbisik di telinga Lea.

"Apa? Apa kau tidak salah bicara, Bibi?"

"Aku tidak salah. Cepatlah!"

"Ahh, Bibi aku tak yakin ... " Lea tampak gusar bahkan melirik ke arah Pangeran Hadeuz pun tak mampu.

"Ayolah, Lea! Jangan membantah perintahnya!" Hardik Bibi Tien.

"B-ba-baikk, Bibi!"

Dengan langkah gemetar Leamor menuju ke arah pangeran Hadeuz. Tanpa mengankat wajahnya hingga kakinya secara repleks berhenti di hadapan sang pangeran.

"Ikuti aku, Lea!"

Leamor terkejut. Namanya disebut dengan tanpa basa-basi. Pasti Bibi Tien telah membocorkan namaku, pikir Lea.

"Baik yang Mulia."

Leamor mengikuti langkah gagah Pangeran Hadeuz. Dua penjaga pintu ruangannya menggangguk hormat, membukakan pintu dan menutupnya kembali setelah Lea masuk ke dalam ruangan itu.

Ruangan yang tak pernah ia mimpikan sekalipun apalagi kini ia tengah berdua dengan pangeran tampan negeri Langit yang menjadi idaman para putri Istana. Tiada henti ia mencubit tangannnya sendiri. Namun tetap sakit bahkan memerah kulitnya. Ini pertanda bahwa bukanlah mimpi.

"Apa benar namamu Leamor?" Tanya sang pangeran.

"Benar, Tuan."

"Kau juga bisa menyulam benang sutera seperti Bibi Tien?"

"Benar, Tuan."

"Baiklah, aku ada honor buatmu, Lea. Buatkan aku kain sutera yang paling bagus. Untuk kuhadiahkan kepada Ibuku. Jangan sampai gagal! Nyawamu taruhannya! Aku beri kau waktu dua minggu saja."

Kata-katanya yang tegas berwibawa menghunus tajam ke jantung hatinya, tanpa sanggup menjawad Lea hanya mampu mengangguk.

"Ingat! Ini tugas berat dan rahasia. Aku percaya padamu! Kau boleh keluar sekarang, Lea."

Kali ini suara pangeran menjadi lembut, membawa majik yang mengangkat wajah memerah Leamor hingga mata indah itu menyaksikan sebuah senyum laksana dewa.

Jantungnya berdegup kencang, tak mampu lagi ia menahan senyuman maut itu, namun kekuatan untuk menunduk pun tak ada lagi. Tenaganya sirna, hanya desiran indah yang menjalar hangatnya hingga peluhnya hampir menetes.

Mengapa, Tuhan?  Ahh ... Leamor tersadar. Bergegas ia berbalik menuju pintu kokoh itu. Disudahinya angan indah pesona pangeran Hadeuz. Kini adalah tugas! Ya tugas, menyulam sutera terindah dalam waktu dua minggu.

Friday, 1 August 2014

Malam Terakhir di Westminster, Mayfair, London

Dear Marylebone.

Kau sudah banyak memberiku kenangan Indah.
Hari-hari yang aku lewatkan penuh semangat dan rasa syukur. Kini aku yakin ... bahwa mungkin persuaan di antara kita tak aka lama lagi. Kamu akan menjadi tempat yang sangat aku rindukan.

Besok kutinggalkan engkau ... kota indah.
Nantikan aku kembali menginjakan kaki ini di sini bersama kekasihku :)

Friday, 25 July 2014

24 Hours in Colombo ( 7 Hari Sepeninggal Bunda )

Tujuh hari sepeninggal Ibunda, dengan berat langkah aku melanjutkan perjuangan menuju puncak. Aku yakin, do'a tulusnya masih untukku.

Jika mayoritas orang-orang, mudik saat lebaran ke kampung halaman adalah hal yang sangat menyenangkan.
Berbeda denganku ... pertengahan puasa aku pulang ke kampung halaman. Namun dua minggu yang aku lewatkan di sana hanyalah memberikan luka abadi. Aku kehilangan Bunda tercinta di minggu ke tiga ramadan. Rasanya tak percaya, karena tiga bulan yang lalu semua begitu indah. Aku masih bisa menghabiskan waktu untuk bahagia dan bercanda tawa bersamanya.

Tak mampu kutatap wajah bapak. Karena setiap aku menatapnya, dipastikan air mata akan secepatnya mengalir. Tak terkira perjuangan cintanya selama ini, dan setianya belaiu pada Ibu hingga akhirnya mereka terpisah maut. Omongan-omongan Ibu yang selalu berkata tak mau ditinggalkan Bapak, akhirnya menjadi kenyataan. Ibu meniggalkan Bapak :'( . ( Semoga tenang di surga sana ya Mii .. ) 

Melihat kamarnya, aku menangis. Pun begitu saat melihat barang-barangnya. Semuanya terasa mencabik-cabik perasaaanku. Rasa penyesalan terkadang menyeruak, menyusup ke dalam sanubari. Keinginan terakhirnya untuk melihatku bersanding dengan lelaki pilihanku tinggalah mimpi yang tak mungkin lagi terwujud.


-Minggu, 20 JULLY 2014-

Aku hanya mampu menangis dan menangis, saat sadar bahwa beliau sudah gak ada lagi. Matanya sudah tertutup untuk selamanya. Senyumnya, marahnya, canda tawanya, kini tinggal kenangan yang tak mungkin terulang kembali. Mii ... secepat ini kah?? 
Bahkan janjiku untuk memberikanmu cucu pun masih jauh di ambang sana.

Seminggu setelah kepergiannya dengan keraguan dan luka yang masih mendalam, aku mencoba bicara pada Bapak. Aku bicara masalah pekerjaan yang masih harus aku selesaikan. Walaupun dengan berat hati aku harus memutuskan untuk melangkah, mengejar cita-cita yang belum aku capai. Akhirnya dengan perasaan lega karena Bapak memberikan izin aku untuk kembali bekerja, aku pun bersiap meninggalkan kampung halaman lagi. Dan inilah nasibku, lebaran tanpa keluarga lagi :'( 

Monday, 7 July 2014

Aku Mohon, Sembuhlah Ummi ...


Mii ... percayalah, kali ini aku tidak akan mengecewai Ummi lagi. Aku akan bawa laki-laki yang pantas itu ke rumah. Lalu kita akan menikah, dan semua akan bahagia. Ummi harus tau, bahwa selama ini Allah bukannya tidak adil, tapi Allah hanya ingin memberikan aku yang terbaik.

Dan Ummi juga harus percaya, bahwa laki-laki itu tidak akan pernah meninggalkan aku. Ia lelaki yang penuh tanggung jawab. Ia lelaki yang akan menjadi imam hidupku hingga nyawa kami memisahkan. Jadi Ummi harus semangat, Ummi harus sembuh, biar bisa melihat aku bahagia bersanding dengan lelaki terbaik dari Allah.

Kekuatan aku untuk bertahan selama ini hanyalah kalian berdua. Tentang jodoh, in sya Allah kali ini Allah akan merestuinya, aku yakin sama dia. Aku yakin dengan firasat hati ini tentangnya.

Ya Rabb, sembuhkanlah Ibuku, dan kabulkanlah semua permintaan hamba. Aammin ...

Monday, 30 June 2014

Maher Zain - Sepanjang Hidup (For the Rest of My Life Bahasa Version)

Anna Kendrick - Cups (Pitch Perfect's "When I'm Gone") | You gonna miss me when I'M gone! )

SURAT TERAKHIR

Aku tahu ...
Allah tidak pernah mengambil sesuatu tanpa hikmah, tidak pernah mengambil sesuatu yang tidak ada gantinya. Aku pun yakin, diambilnya cinta di hatinya untukku hanyalah untuk menyampaikan satu hati yang sudah siap sebagai penggantinya.

Andai saja kamu tahu, betapa dalamnya luka ini ... luka dari harapan yang kandas. Aku baru sadar seberapa besar harapanku terhadapmu waktu itu, hingga kini aku kesulitan berharap lagi. Aku baru sadar, betapa aku terluka hingga untuk percaya lagi sangat sulit sekali.

Aku selalu berusaha menyemangati kamu, hingga akhirnya aku pun tak tahu arti dari kata semangat itu sendiri. Bahkan ketika lelaki itu datang, merengkuh aku dari keterpurukan, aku masih belum mengerti arti hadirnya untukku, tak yakin jika aku masih pantas bahagia bersama sisa-sisa cinta.

Kau tahu, kau selalu jadi nafas dalam hidupku ... kau tahu aku berusaha menggenggammu, meski akhirnya engkau tetap pergi bahkan tanpa pesan. Meski aku mencoba ikhlas ... kau tahu ini lebih dari sayatan pisau di tanganku, memutuskan urat nadi dan melenyapkan nyawaku.

Kini aku mencoba bangun dari mimpi indah yang berakhir tangisan ini, aku benar-benar ingin bangkit ... ingin kutinggalkan jejak langkahmu dihati ini. Biarkan waktu terus berbisik memberi nasihat kepada lukaku. Aku yakin kesembuhanku suatu saat adalah hal yang pasti.

You will miss me, I know you will
And when you least expect it
You'll think of me still
The wind will whisper my name
Reminding you how little things change
You will wake and thinks is all a dream
But deep inside you'll know it's me
Some love never die
Some love never fade
Some love never ever go away
So try as you might
And try as you may 
Try to forget just one more day
When the phone rings you will stand
For a moment I wonder if it can
Be me after such a long ... long time
You will ask yourself who said goodbye?

                                                     My man, izinkan aku untuk bahagia ...!

Thursday, 26 June 2014

BIDADARI

Ya ALLAH ... aku selalu berpikiran akulah wanita yang paling baik, paling sabar, paling bisa mempertahankan hubungan. Nyatanya ... kisah gadis itu membuatku merinding. Belum tentu luka seperti itu aku sanggup menerimanya. Memang kehadiran orang lain yang membuat kekasih berpaling adalah hal yang sulit diterima. Sulit dimaafkan bahkan bisa membuat cacat kepercayaan seumur hidup.

Apakabarnya kebaya pengantinku? Yang semula aku impikan dipakai dihari yang bahagia itu bersamamu. Sakit ... perih ... terluka ... namun apa daya. Aku hanya mampu berdo'a, denganmu atau tidaknya aku berjodoh, semoga aku bisa bahagia.

BIDADARI tanpa sayap itu terdampar di mana-mana, hatinya berdarah, jiwanya terluka. Cinta sejatinya pun berujung nestapa. Tapi Tuhan tidak mentakdirkan ia mati sia-sia ... percayalah, bidadari pantas bahagia. Bangkitlah ...

Ya Allah kuatkan hati kami, dari cinta yang Engkau ambil kembali dan menyisakan harapan pahit, semoga apa yang telah menjadi khilaf tidak memberatkan langkang kami.

Wednesday, 25 June 2014

Kenali Wanitamu Sebelum Dia Kenalan Dengan Pria Lain

TO : LAKI-LAKI ( udah pake capslock) 

Kamu pikir, dicuekin itu enak? Kayak di salon spa, biasa merem melek sampe berjam-jam. Ini gue-- manusia! Yang ditakdirkan menjadi wanita dan bernasib naas di dalam permainan kamu!

Mari curhat lagi, bersama wanita paling sabar seisi kamarku. Semoga tulisan kali ini bisa berguna bagi para lelaki yang sok cuek, sok gak peduli, acuh tak acuh tapi butuh. Punya pacar cuma dicari-cari pas butuh, dikasih kabar kalau lagi oftfline dari komputer, itu pun kalau ingat, biasanya begitu PC mati ... si empunya tertidur! MENYEBALKAN !! Lalu kapan waktu buat kita? Sabar ladies ... mereka punya waktu yang sangat banyak untuk menonton kamu diperhatikan lelaki lain.


Pertama: Apasih yang diinginkan kaum perempuan dari pasangannya? Gak banyak, yang paling penting yaitu komunikasi. Sekali komunikasi putus dan kami merasa kecewa ... baca ini baik-baik yaa para pemuda dan sejenisnya === KALIAN BAWA BUNGA SAMA POT NYA JUGA PERCUMA!!=== sekali sakit ya sakit. Maaf itu murah, Guys ... tapi lupa sama kesalahan itu gak mungkin.

Jadi laki-laki perhatian dikit, kenapa enggak sih? Sempetin semenit balas sms- kasih kabar kamu lagi di mana, sedang apa, sama siapa, kenapa gak bisa sih? Apa mau menunggu ada sms nyasar ke handphone kekasihmu, kemudian mereka kenalan dan akhirnya diselingkuhin, mau?? Baru sesudah itu kalian sadar dan teriak ''Woi, tukang selingkuh dasar!!'' Hellowwww ... selingkuh tidak akan terjadi jika tidak ada celah.

Kalian tahu, bagaimana rasanya cemas sms tidak dibalas? Padahal isi sms itu adalah nanyain kabar kamu, ngingetin makan, dan suruh istirahat yang cukup. ''Eh, bebz ... gue udah gede, kalo masalah begituan gue juga paham. Urus diri kamu aja gih, berisik tau!!'' --- ''Ih, ni cewek cerewet banget, so care ... bosen gue dengerinnya.'' --- '' Lu over protective banget sih? Rese tau gak?''  

Ya Tuhan, terus kita ( wanita ) mesti ngapain? Diperhatiin aja salah, gimana kalau enggak diperhatiin? Berusaha jadi wanita baik-baik aja ngebosenin, gimana kalau jadi wanita rese?

Apa mungkin mereka mau kita seperti ini;

''Heh, bebz! Kamu di mana? datang sini sekarang juga temenin aku ke salon. Jangan telat!!''


''EH, sayang ... kamu udah gajian kan? beliin aku handphone baru dong, kalau enggak berarti kamu gak sayang... dan kita PUTUS!!!''

''Kamu jadi cowok gak guna banget, suruh jemput aja lelet minta ampun!!''

Mau kalau kekasihmu yang lembut dan pengertian disulap menjadi cewek tukang nuntut? Dan biasanya Tuhan gak tanggung-tanggung menanam cinta paling kuat di hati kalian buat cewek macem itu ... yaa sebenarnya buat kalian evaluasi diri bahwa ketika mendapat perempuan baik-baik jangan di cap ngebosenin atau enggak asyik. Emang asyiknya begitu ya? Dijadiin tukang ojek, atau supir ... disuruh bayarin ini-itu, dipinta ini-itu dan biasanya dibanding-bandingkan dengan pacar temannya yang lebih keren.


Boleh jadi saat ini cewek kamu pendiem, enggak satu hobby, gak suka, terus ngelarang hobby kamu, ngasih aturan ini-itu ... tapi kalian tidak akan tahu bahwa ketika ia tidak didengarkan dan ada telinga lain yang mendengar, direspon dengan lembut pake hati ... jangan menyesal kalau ia akan berpindah secepat kilat.

Wanita cuma butuh didengarkan, dan jika kamu dengan senang hati memberi masukan ide atau opini tentang masalah dia ... sesungguhnya ia tengah bahagia banget. Dalam hatinya akan merasa bahwa kamu benar-benar sayang sama dia. Bisa diajak sharing dan bertukar pendapat, bisa dijadiin penghibur saat dia sedih. Tapi cuma beberapa orang saja yang mengerti. Jangan malah dengan egoisnya mengatakan ''Itu masalah cewek, curhat sama sesama cewek aja gih! Aku gak ngerti!'' 

Hatinya cewek itu lembut, perasaannya tajam ... dan kamu bisa saja menganggap kaum hawa itu lemah. Kecewa-Berantem-Nangis! Itu siklusnya ... tapi hati-hati mereka bisa membuat hidup kamu hancur juga bahkan ia akan tertawa-tawa sambil menyaksikan kamu menangis!!


Well, Guys! Perhatian itu tidak mahal kok, dan kamu akan merasakan efeknya jika kamu menjadi seseorang yang perhatian. Kelembutan hati pasanangan akan terjaga, dan tentunya hubungan kamu akan tetap langgeng apapun kesibukannya.

Jangan pernah membuat wanitamu menangis, karena lelaki yang berbaik hati mengusap air matanya itu banyak. Dan ketika kalian putus, yang lebih baik dari kamu banyak ... tapi percaya deh, kamu yang akan tersiksa kehilangan wanita yang sudah diuji kesabarannya.

Tuesday, 24 June 2014

MOVE ON ABAL-ABAL

''Ahh ... lega rasanya! Gue udah bisa move on dari lu ... hahaha ... MERDEKAAA!!''

11 DESEMBER;

|Si Adit apa-apan sih?? Bisa-bisanya ngeremove gue dari fesbuknya seenaknya aja. Kita kan baru putus ... hargai dulu lah perasaan gue. Kalo sesekali kangen, mau tau lu lagi ngapain kan gampang, tinggal lihat timeline lu! Gak berperasaan banget ya!|

Katanya sudah move on, tapi kok masih merasa sakit saat si dia melakukan sesuatu yang diluar keinginan kita. Bisa jadi karena 'MOVE ON ABAL-ABAL' yang tengah kalian lakukan. Yaitu sumpah serapah yang tidak pada tempatnya. Cuma ngomongnya saja sudah ikhlas, sudah terima kenyataan, padahal dendam kesumat belum padam dari hati.

Memang tidak mudah sih untuk melupakan segalanya, apalagi jika kepergiannya dari kehidupan kita itu tanpa alasan yang jelas, atau dengan alasan jelas yang menyakitkan ... misalkan memilih 'cewek' lain. Aduhh ... tak terbayang nyeseknya.

Sebenarnya dari pada kita maksa buat move on yang akhirnya gagal dan hanya mempermalukan diri sendiri, ada baiknya bersikap lebih elegant lagi, biasa saja saat dia pergi, tidak usah dibahas-bahas apalagi diupdate setiap menit di sosial media. Ya bagi cewek labil sepertiku memang susah untuk bersikap lebih dewasa dalam menyikapi masalah seperti ini.

Kita akan terlihat segala keburukannya saat setiap kata hati dipublikasikan dengan kasar. Biarlah ia pergi dengan sendirinya dari hati dan pikiran ... dengan cara stop membahas dia disetiap aktivitas apapun itu. Jangan pernah diingat-ingat, karena sesungguhnya sulit melupakan adalah efek dari terus menerus mengingat sesuatu itu secara berlebihan. 

Bukan salah mereka ( mantan ) ketika mereka tak lekang dari ingatan. Bukan salah mereka jika kita kecewa, sakit hati, dan merasa terbuang. Andai kita mau sedikit bersahabat dengan waktu untuk mengubur perlahan semua itu dengan sempurna. Kamu pasti bisa meninggalkan semua dengan senyuman, bahkan tanpa dendam sedikitpun. 


Kangen Band | SELINGKUH | ieww ... !!

Tapi kamu kok selingkuh, kamu kok selingkuh ...

Andaikan bulan, andaikan bintang saling berbisik ... tentu cinta kalian tak akan terusik. 

SELINGKUH? 

Sebenarnya gak panjang ya, cuma s e l i n g k u h-- paling bertahan juga beberapa saat sebelum ketahuan. Tapi yaa enggak bisa jamin juga ... setelah ketahuan mereka akan terputus, atau malah kita yang terbuang.
Duh ... sakitnya pasti jika kita diselingkuhin, tapi bagaimana jika kita adalah seorang selingkuhan?

''Sama kok! Sama nyeseknya ... ''

Entah kapan selingkuh itu bisa musnah dari muka bumi ini!

Cinta Terlarang

Ketika alasan untuk berpisah adalah alasan yang dicintai Tuhan ... 
Percayalah ... cinta itu masih seindah yang seharusnya, meskipun dari dua cinta yang terpisah.


Jessica masih termenung, kata-kata orang tuanya menghantui pikirannya sejak minggu lalu, ketika hubungan dengan Taufik akhirnya diketahui oleh keluarga dan serta merta mendapat larangan. Rasanya ia ingin menangis ... mengapa harus dijadikan persoalan? Bukankah tujuan manusia itu sama dalam beribadah? Tujuannya satu, yaitu Sang Maha Pencipta. 

''Jess, sebaiknya kamu jauhi lelaki itu. Dia itu muslim, sayang! Beda kepercayaan sama kita, dan Papa sama Mama gak mau kamu pindah agama ataupun kamu membuat orang lain murtad meninggalkan ajaran dan agamanya!'' Ujar Pak Hartono saat mengetahui Jessica masih menjalin hubungan dengan Taufik.

''Tapi Paa ...!'' Jessica menyela, ''Jessica sudah terlalu cinta sama dia Paa ... "

''Jessica sayang, apa artinya cinta jika membuat murka Tuhanmu?'' 

''Tapi Paa ...,'' 

''Sudahlah Jess, tolong mengerti, kamu sudah dewasa, dan ini bukan masalah sepele. Bukan masalah miskin atau kaya, baik atau jahat. Ini masalah kepercayaan. Tolong mengerti ya sayang. Demi kebaikan keluarga kita di mata semuanya.'' Pak Hartono bangkit dari duduknya, kemudian berlalu meninggalkan Jessica bersama Ibu Hartono yang sejak tadi hanya terdiam.

Sepeninggal papanya, Jessica memeluk sang bunda sambil tersedu. 

''Maa ... haruskah seperti ini? Jess sangat mencintainya Maa ... Jess rela melakukan apapun!'' Air matanya membasahi kedua pipinya yang putih mulus, wajahnya sembab, ada duka mendalam di wajah cantiknya.

''Maafkan kami ... maafkan Mama, sayang. Tapi apa kata Papa itu benar, sayang. Semua demi kebaikan kamu, dan keturunan kamu juga. Kamu tahu kan, Papa mu itu Pendeta. Bagaimana omongan orang lain jika kamu memilih menikah dengan lelaki yang di luar agama kamu, dan leluhurmu?''

''Tapi Maa ...!''

''Sayang, lelaki itu bisa saja mengikutimu atau bahkan kamu mengikutinya, tapi kalian akan dimurkai Tuhan. Kami tidak ingin semua itu terjadi kepada kamu maupun terhadap dia!'' 

Bu Hartono mengusap-usap rambut Jessica. Jessica masih menangis, perih hatinya menerima anugerah cinta yang tak seindah yang dibayangkan. Luka menganga, darah mulai mengucur. Terbayang betapa manisnya setiap lembaran yang telah ia tulis dengan cerita bersama Taufik. Lelaki bersahaja yang membuatnya jatuh cinta dan merasa lebih hidup. Hari-harinya semakin berwarna setelah mengetahui bahwa Taufik merasakan hal yang sama. Hingga janji demi janji pun diucapkan tanpa menghiraukan perbedaan. 

Apakah mungkin semua ini mutlak cinta yang murni? Atau karena usia mereka masih terlalu muda untuk mengerti seberapa jauh perbedaan mereka. Jessica maupun Taufik masih bertahan saling mengisi hari meski mereka tahu betul mereka berbeda kepercayaan dan tak mungkin hubungan mereka direstui kedua belah pihak orang tua.


****


Jessica menyusuri jalan setapak ditaman itu, taman yang mempertemukan dia dengan Taufik. Tiba-tiba matanya tertuju kepada sesosok yang sangat ia kenali, bahkan selalu ia rindukan. 

''Tuafik ...!!'' Panggil Jessica, ketika jarak dengan lelaki itu semakin dekat. Lelaki itu berbalik ke arah suara, kemudian secepatnya berlari kecil menyambut kedatangan Jessica. 

''Taufik, kamu sudah lama ya nunggu aku?'' Tanya Jessica ketika tangannya sudah berada dalam genggaman erat pemuda itu.

''Enggak kok, Jess. Ngomong-ngomong muka kamu kok pucat banget, kamu sakit ya?'' Tanya Taufik sambil memperhatikan wajah kekasihnya itu dalam-dalam. 

''Ahh, enggak kok Fik! Aku baik-baik saja,'' Jessica mencoba tersenyum, mencoba memudarkan kesedihan di wajahnya, namun tetap saja, senyum getirnya sudah tertangkap makna oleh Taufik.

''Kita duduk di sana yuk! Biar bisa santai, aku yakin kamu kecapean,'' Taufik menuntun tangan Jessica menuju bangku taman yang ada di dekat danau. Jessica hanya menurut saja, langkahnya semakin tak pasti, hatinya mulai meracau memaki takdir cinta yang harus dia terima. Ia tak sanggup jika harus kehilangan Taufik, tapi ia pun tak mampu dan tak kuasa menolak ucapan orang tuanya. 

''Nah, kalau begini lebih santai, ya kan? Cerita-ceritanya sambil duduk ... '' Taufik tersenyum, semanis biasanya. Jessica hanya mampu menahan getir, hatinya memberontak kuat namun bibir hanya mampu diam. Menikmati saat-saat terakhir ia menjadi kekasih Taufik, sebelum akhirnya ia harus pamit. Pamit dari kehidupan lelaki yang selama ini membahagiakannya, demi agama dan kepercayaannya. 

''Ada yang ingin aku sampaikan sama kamu,'' ujar Jessica pelan, suaranya bergetar. Pandangannya menerawang ke tengah telaga yang dalam. 

''Soal apa itu Jess,?'' Taufik menatapnya tajam, ia mulai mengerti ketika bulir-bulir permata jatuh bergulir diwajah cantik kekasihnya itu. Bahwa ini masalah serius, hingga membuat Jessica menangis dari awal pembicaraan. 

''Hu--hubungan kita, Fik. Kita harus pu--putuss!'' ujar Jessica terbata. Taufik hanya termangu, wajahnya murung seketika, pandanganny beralih mengikuti tatapan kosong mata Jessica. 

''Aku mengerti.'' desis Taufik, ia memang tak menangis, namun suaranya terdengar sangat berat di telinga Jessica. ''Kamu? Benarkah?'' Jessica bergumam tanpa melihat ke arah Taufik.

''Iya aku mengerti, Jess-- , bahkan jauh-jauh hari semenjak hari pertama kita bersama pun aku sudah berjanji, untuk mengerti jika cerita kita tak berakhir bahagia.'' 

''Lalu ... kamu setuju dengan keputusan yang harus kita hadapi?'' Jessica kembali bertanya. 

Taufik mengangguk pelan, tersenyum pahit. 

''Bagaimana pun alasan orang tuamu benar, begitupun keduan orang tuaku. Tapi percayalah, cinta kita selama ini tidak salah. Keadaan yang memutuskan semua, dan semua demi kebaikan kita.'' jelas Taufik sambil membalas tatapan mata kekasihnya itu.

Jessica tak kuasa menahan diri, runtuhlah sudah kekuatannya, ia menangis dalam pelukan lelaki yang sebentar lagi bukanlah siapa-siapanya dia.

''Maafkan aku Taufik, aku tak bisa menepati janji aku sama kamu!'' 

''Maafkan aku juga Jess, janji ku pun sama, tak bisa aku tepati. Kita akhiri semua ini dengan baik-baik saja ya. Cinta kita semoga kelak bersama di Surga-Nya, dimana tidak ada lagi perbedaan yang bisa memisahkan cinta sejati.''

Keduanya masih berpelukan, masih menangis, saling melepaskan segala rasa yang mungkin akan tertinggal dan membenani kedua jiwa yang tak ingin berpisah namun takdir berkata lain. Keduanya sadar jika perbedaan mereka sangatlah berat, melebihi masalah perbedaan kasta dalam cerita-cerita cinta lainnya.

Keduanya berpisah atas kesadaran, tanpa saling menyalahkan dan merasa tersakiti. Karena sebenarnya cinta adalah anugerah Tuhan untuk siapapun insan di dunia ini. Tak ada pengecualian manusia, kecuali ketika Tuhan sendiri yang mengatakan 'harus berpisah'. 

Jessica tahu betul ajaran agama dan kepercayaannya, begitupun Taufik sangat mengerti dengan apa yang seharusnya ia lakukan dalam agamanya perihal pasangan hidup. Dengan tersenyum mereka akhirnya berpisah, memilih jalan masing-masing yang lebih di ridhai Tuhan. 


--Posted in KKIMS by Zahraa Nurie--