Tuhan begitu baik dan tak sedetik pun melupakanku , menjaga ku dan mengantarkanku hingga detik ini untuk menuliskan sekilas cerita beberapa jam lalu .
Picadilly adalah tempat yang sangat ramai , selain restorant restorant mewah , souvenir shop , dan berbagai macam shop dengan merk dan brand terkenal pun sepertinya tak kehabisan pengunjung , London memang jantung dunia ,dimana semua orang di belahan bumi pasti menginginkan datang ke Negara Ratu Elizabeth ini . Di ingat-ingat mungkin ini ke 12 kalinya berkunjung ke London ini . Pekerjaan yang terkadang di pandang sebelah mata oleh mereka-mereka yg bernasib lebih baik sudah membuat ku mengenal dunia lebih dalam lagi .
Ini lebih dari sayatan pisau , untuk setiap luka dan duka yang pernah terjadi .Dan ini lebih dari sekedar surga dimana mimpi yg tak pernah hadir, nyata di dalam hidupku . Aku tahu Allah SWT adalah Maha adil yg seadil-adilnya .
Memang beberapa hari ini aku terkena depresi berat dengan masalah pekerjaan ku selama ini , entah setan mana pula yg buat aku so down akhirnya galau-galau'an update status di facebook tiap menit , mengelu-elukan keluhan dan cengengnya diri sendiri , sungguh memalukan...!
Sore tadi sekitar jam 7 malam tapi suasana terang benderang seperti jam 3 sore , karena memang summer time disini sunsetnya sekitar jam 10 malam.Pertama-tama membawa Lulu , princess keras kepala ,dan menjengkelkan setiap waktu ku untuk bermain di Trocaderro . Masih di hantui perang semalam , muka ku pun masih kusut dan masam , malas berkomentar atau sekedar mengiyakan omongan majikan perempuan pun malas sekali .
Aku masih ingat pertengkaran semalam , siapa yang salah entah lah! hanya saja aku sensitive banget sampai-sampai malas makan seharian . Manja atau gimana entah lah , yang jelas satu ..CENGENG !!!
Kesalnya hidup yang harus selalu mengikuti berbagai aturan , dan kerap kali pekerjaan di anggap enteng dan tak di hargai membuat hati kecilku ngoceh tak karuan . Mengumpat kesana kemari tapi tetep jadi pengecut dengan tunduk ikut di belakang boss ( shame oh shame ) .
Tapi ,tiba-tiba pandangan mataku tertuju pada seseorang yang mampu membuat gejolak hati terhenti seketika .
Tiba-tiba merasa diriku sangat terkutuk , tak tau di bersyukur , tak tau di untung , seolah tak mengenal Tuhan ...
Seorang beggar ( pengemis ) duduk di pinggiran toko dengan pakaian lusuh , sedang membuka-buka beberapa bungkusan makanan bekas ,dan sambil makan juga dengan mata berbinar , dan terpancar bahagia dengan makanan yg berada di depannya . Makanan yg di sisihkan oleh sebagian mereka yg terketuk hatinya melihat dia :( dan tak cukup itu , yang paling menyedihkan adalah di Karton yg bertuliskan '' I'm Hungry , Please help me . ---homeless--- '' di pasang di tasnya yg kumal yg entah apa isinya pula .

Kalau saja tak malu , aku ingin menangis saat itu juga :'( betapa mereka yang seperti ini sangat menghargai makanan yang mereka dapat . Sementara aku yg Alhamdulillah masih makan di dalam ruangan restorant dengan pelayanan yg memuaskan , makanan super delicious di hidangkan bersih bukan bekasan orang lain , masih sempet-sempet nya merengut dan mencaci maki nasibku .Mengapa harus begini , mengapa harus aku ...bla-bla-bla.... sampai akhirnya mentok pada sebuah pertanyaan.
Bagaimana jika dia adalah aku ? Apa mungkin aku bisa setegar dia , tetap bertahan hidup dengan menjadi beggar ??? MUNGKIN aku akan bunuh diri di hari ketiga tidak makan...
Betapa seringnya aku mengeluh , merasa diri paling susah , paling menderita , paling cape , paling rendah . Tapi ternyata semua itu tidak benar . Betapa banyak di luar sana yang menginginkan hidup lebih baik bahkan mungkin mendambakan bisa makan bersih ,layak saji pun susah . Tidur dimana saja dengan alas lantai dingin yg kotor emperan toko ataupun kantor-kantor , yang terpenting mereka bisa melepas lelah . Dan tak jarang kita yg berkecukupan tidur di bed yg layak bahkan mewah , ruangan yg luas dan terawat , tapi tidak kenal rasa bersyukur .
Ya Allah terima kasih untuk peringatan Mu , terima kasih untuk tetap melindungiku dan memberi rizki untuk ku hingga detik ini.
No comments:
Post a Comment